Labuha, TM.com Hingga saat ini Gempa masih terus terjadi di Halsel paska gempa 14/07 kemarin. Hal ini masi menimbulkan kekawatiran masyarakat Halsel sehingga menimbulkan keraguan para pengungsi untuk meninggalkan lokasi pengungsiannya.
Seperti yang terjadi pada Masyarakat Desa Tomarah Kecamatan Bacan Timur Tengah, sampai saat ini masih berada di tenda-tenda pengungsian pasalnya gempah tak kunjung selesai. Bahkan dari pihak Pemerintah Desa sudah berupayah untuk mengendalikan masyarakat setempat namun upayah tersebut tidak merubah keputusan masyarakat Tomara.
Kepala Desa Tomara Kifli Hi Jalil memaparkan kepada wartawan 21/07/19 “Kami aparatur desa bersama-sama dengan masyarakat yang memilih tetap bertahan di desa sudah memerintahkan kepada masyarakat agar segera kembali dirumah masing-masing dan melakukan aktifitas mereka seperti biasa, namun karena guncangan masih terus terjadi sehingga masyarakat mewaspadai hal tersebut dan belum mau untuk kembali ke Desa” paparnya saat dikonfirmasi di rumahnya.
Selain itu Muhlis Usman S.Hut. selaku Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Halsel dalam kunjungannya ke desa Tomara untuk menyalurkan bantuan Kemanusiaan dari hasil galang dana.
“PMII juga cukup prihatin dengan kondisi masyarkat yang sampai saat ini masih tetap memilih bertahan dipengungsian. Hal tersebut sudah sepantasnya kita selaku mahasiswa yang konon katanya sebagai Agen Off Kontrol dan lainnya, hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan dan bantuan ini murni dari hasil penggalangan dana kami yang berjalan kurang lebih tiga hari kemarin. Alhamdulillah dari hasil tersebut kami datang ke desa untuk menyalurkan ke masyarakat” Tuturnya saat dikonfirmasi awak media di lokasi bencana. (Nawir)






















