Amarah Rakyat Subaim Meledak! 500 Massa Kepung Tambang PT Ara–PT Jas, Dituding Perusak Lingkungan dan Ingkar Komitmen

HALTIM – Teropongmalut.com — Rabu, 14 Januari 2026. Kesabaran masyarakat akhirnya berada di titik nadir. Sekitar 500 orang massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Waisuba menggelar aksi demonstrasi besar-besaran dengan mengepung area pertambangan PT Ara dan PT Jas di wilayah Wasile, Kabupaten Halmahera Timur.

Aksi tersebut menjadi luapan kemarahan warga atas dugaan pencemaran dan kerusakan lingkungan yang dinilai semakin masif dan mengancam ruang hidup masyarakat. Desa Subaim disebut sebagai wilayah yang terdampak paling parah akibat aktivitas pertambangan dua perusahaan tersebut.

Massa menilai, kegiatan operasional tambang tidak hanya berdampak pada kerusakan alam, tetapi juga menghancurkan sumber penghidupan warga, mulai dari kualitas lingkungan hingga keberlanjutan sosial masyarakat setempat. Warga juga menuding pihak perusahaan tidak menepati komitmen dan mengabaikan keluhan masyarakat yang telah disampaikan berulang kali.

Aksi ini dipimpin langsung oleh Arman, selaku Koordinator Aksi sekaligus Ketua Pemuda Karang Taruna Desa Waisuba. Dalam orasinya, Arman melontarkan kecaman keras terhadap PT Ara dan PT Jas yang dinilai hanya berorientasi pada keuntungan tanpa memperhatikan dampak sosial dan lingkungan.

“Lingkungan kami rusak, sumber air tercemar, dan kehidupan masyarakat terganggu. Janji-janji perusahaan tidak pernah direalisasikan. Kami menilai PT Ara dan PT Jas tidak berpihak pada rakyat,” tegas Arman di hadapan ratusan massa.

Ia menambahkan, kondisi lingkungan di sekitar area tambang telah berada pada level yang mengkhawatirkan, namun hingga kini tidak ada langkah konkret dan bertanggung jawab dari pihak perusahaan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Aliansi Masyarakat Waisuba menegaskan tidak akan menghentikan aksi. Massa menyatakan akan bertahan dan menduduki area pertambangan hingga jajaran pimpinan PT Ara dan PT Jas turun langsung menemui masyarakat dan memberikan pertanggungjawaban terbuka.

“Kami tidak akan mundur satu langkah pun. Kami akan bertahan di lokasi sampai pimpinan perusahaan datang dan menjelaskan secara terbuka tanggung jawab mereka atas dampak yang terjadi,” ujarnya.

Tak hanya itu, massa juga menyampaikan ultimatum keras. Apabila tuntutan masyarakat kembali diabaikan dan tidak ada solusi nyata, warga memastikan akan melakukan pemboikotan total terhadap seluruh aktivitas operasional tambang.

Aksi ini menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat Waisuba tidak lagi memilih diam dan menuntut keadilan atas dugaan kerusakan lingkungan yang mereka rasakan selama ini.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Ara dan PT Jas belum memberikan keterangan resmi dan masih memilih bungkam terkait tuntutan serta aksi ratusan warga tersebut. (Yusri)

IMG-20260420-WA0020
previous arrow
next arrow
IMG-20260423-WA0117
previous arrow
next arrow
images - 2026-04-22T235051.720
previous arrow
next arrow
FB_IMG_1776869755543
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *