“Serangan AS ke Iran Picu Sorotan, Anies Minta RI Mundur dari Board of Peace”
JAKARTA – Anies Baswedan melontarkan kritik keras terhadap keterlibatan Indonesia dalam “Board of Peace” yang dipimpin Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pernyataan tersebut viral di media sosial, meraih lebih dari 132 ribu tanda suka, 17 ribu komentar, dan 13 ribu kali dibagikan.
Dalam video berdurasi 2 menit 58 detik, Anies mempertanyakan konsistensi Indonesia di panggung global setelah serangan militer Amerika Serikat ke Iran yang disebut dilakukan bersama Israel tanpa mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Menurut Anies, langkah Indonesia bergabung dalam forum tersebut menimbulkan tanda tanya serius. Indonesia, kata dia, lahir dari penolakan terhadap penjajahan sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang‑Undang Dasar 1945, dan memiliki sejarah sebagai pelopor Konferensi Asia Afrika serta penggerak Gerakan Non-Blok yang konsisten membela hukum internasional.
“Bagaimana mungkin sebuah dewan perdamaian tetap berjalan seolah tidak terjadi apa-apa ketika pendirinya sendiri melanggar hukum internasional di depan mata dunia,” kata Anies dalam pernyataannya.
Ia menegaskan prinsip politik luar negeri bebas aktif bukan berarti Indonesia harus hadir di semua forum internasional. Menurutnya, Indonesia justru wajib memilih forum yang sejalan dengan prinsip kedaulatan negara, hukum internasional, dan pembelaan terhadap korban penjajahan.
Anies bahkan mengusulkan agar Indonesia menggunakan momentum konflik tersebut untuk keluar dari Board of Peace sebagai bentuk konsistensi moral dalam diplomasi global.
“Keluar dari forum itu bukan tindakan anti-perdamaian, tetapi cara menunjukkan bahwa Indonesia setia pada nurani bangsa dan warisan Spirit of Bandung,” ujarnya.
Pernyataan itu memicu perdebatan luas di ruang publik mengenai arah diplomasi Indonesia dan konsistensi prinsip bebas aktif di tengah dinamika konflik geopolitik dunia. (Odhe/Red)














