Reporter : Odhe
Editor : Redaksi
Halteng, TM – Meskipun Transmigrasi adalah program pemerintah untuk pemerataan penduduk dari daerah padat ke daerah yang jarang penduduk dengan tujuan transmigrasi untuk pemerataan dan kesatuan.

Namun, dampak positifnya lebih besar tidak dirasakan oleh masyarakat yang dipindahkan di wilayah transmigrasi. Pasalnya, mulai dari Infrastruktur jalan yang tak diperhatikan oleh pemerintah sehingga mempengaruhi peningkatan taraf hidup di bidang pertanian.
Padahal pemerintah telah berupaya memajukan Transmigrasi untuk kemajuan Indonesia. Tetapi fakta dilapangan sangat miris. Sejumlah warga yang di temui media ini menyebut, dulu transmigrasi sebagai program memindahkan kemiskinan. Tapi sekarang bukan memindahkan tapi mendatangkan kemiskinan.
Kini, program yang semula berlatar belakang problem kependudukan itu secara konsepsi maupun praktik sebagian tak mengalami perkembangan seperti transmigrasi Waleh yang berada di dua Kecamatan yakni Weda Utara dan Weda Timur di Kabupaten Halmahera Tengah ini.
Padahal Transmigrasi dituntut untuk bertransformasi pada tahun 2014 telah menempatkan urusan transmigrasi sebagai bagian dari urusan di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
Hal ini bertujuan, hampir semua wilayah transmigrasi itu adalah desa dan kawasan perdesaan. Umumnya, baik di tempat asal maupun di tujuan transmigrasi yang namanya peserta transmigrasi atau transmigran itu selalu warga miskin yang serba kekurangan, baik akses dan kontrolnya terhadap berbagai sumber daya. Dengan demikian, transmigrasi boleh dimaknai sebagai upaya serius untuk membebaskan warga miskin untuk menggapai kesejahteraan sekaligus memajukan wilayah transmigrasi.
Namun, sejauh ini Transmigrasi Waleh yang berada di dua kecamatan ini dapat dibilang tak dapat perhatian serius dari pemerintah. Buktinya, ruas jalan SP1 menuju SP2 dan SP3 Transmigrasi ini sangat memilukan kondisinya.
Terlihat ada beberapa program pemerintah seperti jalan aspal yang gagal dibangun di ruas jalan ini sehingga berdampak pada kami masyarakat,” cecar warga saat di temui media Sabtu, (26/2/2022) kemarin.

















