Djena Tidore: Senin Hingga Jumat Kepsul Banjir Minyak Tanah 

SANANA-TM, Dinas Perindustrian perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) terus melakukan penertiban dan penataan pangkalan yang menyalurkan minyak tanah bersubsidi kepada warga kabupaten kepulauan Sula (Kepsul)

Hal tersebut, disampaikan Kepala Dinas Perindustrian, perdagangan dan Koperasi Kabupaten kepulauan Sula (Kepsul)  Djena Tidore Kepada wartawan teropongmalut.com Selasa (3/1).

Djena mengatakan, penataan ulang pangkalan minyak tanah itu agar penyalurannya bisa tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk meraup keuntungan pribadi.

ini karena sesuai stok per hari 20 ton  yang dimulai dari Senin sampai Kamis. Sementara Jumat, jatah yang diberikan Pertamina 10 ton. “dengan stok sebanyak itu diyakini memenuhi kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan yang lain, jadi kalau dibilang langka tidak masuk akal” ungkapnya.

Dia menambahkan, Untuk memudahkan warga memperoleh minyak tanah, Pemkab Kepsul melalui Disperindagkop, rapat bersama dengan  Dinas Perizinan, Bagian Ekonomi dan Satgas guna melakukan pemetaan ulang keberadaan pangkalan minyak tanah dan distribusi minyak tanah ke setiap rumah tangga.

” Kami akan ubah persebaran pangkalan di setiap titik dan jatah minyak tanah per kepala keluarga (KK) agar lebih merata ke seluruh warga” ujar Djena.

“Sementara ini kami berkerjasama dengan Desa-Desa melakukan pendataan berapa banyak jumlah keluarga yang berhak menerima subsidi minyak tanah di satu RT dan setiap Kepala Keluarga (KK) akan diberi kartu kendali.kemudian dari jumlah KK  dibagi ke pangkalan pangkalan dalam wilayah desa”Jelas Djena.

Dia menambahkan, Pihaknya bersama instansi terkait dan Satgas akan terus melakukan pengawasan.untuk itu apabila ditemukan pangkalan nakal maka segra ditindak tegas dengan sanksi teguran.tetapi apabila masih terus dilakukan maka izin pangkalan tersebut akan dicabut. 

Djena menyebutkan, saat ini terdapat satu agen penyalur minyak tanah di wilayah Kepsul yakni Sanana Lestari yang bertugas menyuplai minyak tanah ke sejumlah pangkalan dikota Sanana dan sekitarnya.

Djena lantas bercerita, pada Desember lalu menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru, Disperindagkop Kepsul melakukan operasi pasar minyak tanah yang dilakukan disejumlah kecamatan. Dimana Kuota yang direkomendasikan  di kecamatan sanana 10 KL  ,Sulabesi tengah 5 KL, Mangoli Barat 5 KL,  Mangoli Utara 5 KL , Mangoli tengah 5 KL. 

Operasi pasar minyak tanah saat itu dipicu karena adanya indikasi penimbunan minyak tanah oleh oknum tertentu sehingga harga melambung menjadi Rp.7.000 hingga Rp.10.000 per liter.

Padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak tanah Dikepsul sudah diatur berdasarkan Peraturan Bupati yakni Rp.4.000 per liter. Belajar dari pengalaman itu, kata Djena, jajarannya bersama instansi terkait dan Satgas  akan mengawasi betul penyaluran minyak tanah.

“ini tidak bisa dibiarkan,stok minyak per hari 20 ton jadi tidak ada alasan, masyarakat harus dapat jatah sesuai yang sudah diatur”Tutupnya. (DRL/red)

IMG-20260420-WA0020
previous arrow
next arrow
IMG-20260423-WA0117
previous arrow
next arrow
images - 2026-04-22T235051.720
previous arrow
next arrow
FB_IMG_1776869755543
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *