Hadirnya Orang Ketiga, Penyebab Perceraian Talak Sering Terjadi

HALTENG, Teropongmalut.com – Berdasarkan informasi yang diperoleh dan bahkan terlihat nyata sikap seseorang bisa berubah drastis ketika mengenakan seragam PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP). Awalnya mis komunikasi baik Chat Messenger, Watshapp barulah telponan suara dan berlangsung VC.

Dari sikap tersebut sampailah menjadi kasus perselingkuhan dan bahkan berujung pada perceraian. Perihal ini marak terjadi hadirnya orang ketiga alias perselingkuhan sehingga perceraian tak sah pun terjadi.

Masyarakat di wilayah ini didominasi oleh ribuan karyawan dan pegawai Industri disebabkan pola kehidupan masyarakat semakin heterogen. Wilayah ini sebagai imbas dari sentra industri yang bercokol di Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara. Bahkan tingkat kerawanan sosial sangat tinggi yang dibuktikan seringnya KUA menerima tamu untuk berkonsultasi tentang kehidupan rumah tangga mereka.

Pada tahun sebelumnya sejumlah postingan perebut laki orang (pelakor) dan sebaliknya di media sosial (medsos) dengan akun yang tak terhitung jumlahnya. Banyak pelakor yang kedapatan bersama lelaki yang bukan muhrimnya (suami) hidup sekamar (kosan) berbulan-bulan sebelum ditemukan para istri yang tak ikut suaminya bekerja di PT IWIP.

Hal ini disampaikan beberapa sumber terpercaya media ini saat dikonfirmasi via sambungan telpon genggam Selasa, (22/11/2022) siang tadi. Ratusan kasus yang terjadi di wilayah Industri adalah cerai gugat atau perceraian atas inisiatif istri dan suami yang disebut dengan istilah cerai talak.

Wilayah ini juga menyebabkan banyak perselisihan rumah tangga terus menerus terjadi dan sangat besar sehingga berujung pada perceraian dengan istilah talak. Hal ini terjadi karena kehadiran orang ketiga alias perselingkuhan,” jelas sumber yang masih memintai identitasnya tak di publikasi.

Sumber ini pun meminta agar pihak terkait melakukan materi bimbingan pra nikah (Suscatin) dengan tema tantangan kehidupan rumah tangga di tenga masyarakat yang heterogen.

Sejauh ini lanjut sumber bahwa pihaknya belum mendalami apakah media sosial (medsos) menyumbang peran yang besar terhadap perkara perselingkuhan dan angka perceraian dengan istilah talak. Meskipun demikian kata sumber pihak terkait saat Suscatin harus menyampaikan himbauan yang bijak dalam menggunakan media sosial (medsos),” pintah sumber lagi. (Ode)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.