Oleh : Anies Baswedan
Editor : Odhe Isma
Korupsi di Indonesia bukan sekadar kejahatan, tapi cerminan masalah mendasar: keserakahan, kebutuhan, dan sistem yang rusak. Anies Baswedan menegaskan, penegakan hukum saja tak cukup—perbaikan struktur mutlak diperlukan!
Korupsi karena kebutuhan lahir dari ketimpangan ekonomi, sementara korupsi karena keserakahan adalah permainan jahat elit rakus. Lebih mengerikan, korupsi sistemik menunjukkan bahwa kejahatan ini telah berakar dalam birokrasi dan kekuasaan.
Anies menolak hukuman mati, bukan karena lembek, tapi karena sistem hukum masih penuh celah. Solusi tegasnya? Pemiskinan koruptor lewat UU Perampasan Aset agar mereka tak menikmati hasil curian!
KPK harus jadi benteng integritas, bukan sekadar lembaga penegak hukum biasa. Anies menegaskan, pimpinan KPK yang melanggar kode etik harus mundur, tanpa menunggu status tersangka!
Menurutnya, negara harus hadir dengan solusi yang adil. Pedagang kecil yang melanggar demi bertahan hidup tak bisa disamakan dengan konglomerat tamak yang mempermainkan hukum. “Hukuman hanya efektif bagi yang serakah, tapi bagi yang butuh, solusi adalah kunci!” tegasnya.
Berbicara soal integritas, Anies mengingatkan bagaimana KPK dulu diisi orang-orang berani dan berprinsip, bukan boneka kekuasaan. Sayangnya, banyak dari mereka kini tersingkir.
“Kita butuh negara hukum, bukan negara kekuasaan!” seru Anies lantang. Jika ingin Indonesia bebas korupsi, perbaikannya harus menyeluruh—hancurkan sistem yang rusak, cegah sejak akar, dan tindak tegas tanpa pandang bulu! ****














