Penulis : Odhe
Editor : Redaksi
HALSEL, Teropongmalut.com – Suara tangis duka dan rasa haru yang dalam oleh khalayak dan anak cucu serta murid-murid Almarhum Hi. Sadik Djafar Noch dalam perayaan Haul Mursyid Maluku Utara yang berlangsung di Makam Almarhum Hi. Sadik Djafar Noch di Pulau Wora-Wora desa Lele Kecamatan Botang Loman Kabupaten Halmahera Selatan Sabtu tanggal 31 Juli 2023.
Suara tangis dari khalayak dan anak cucu dan murid-murid menyelimuti acara Haul Mursyid Almarhum dalam rangka mengenang pesan-pesan dan nasihat sakral serta wejangan yang disampaikan Almarhum semasa hidupnya.
Sholawat dan doa di panjatkan khalayak, kerabat dan anak cucu serta murid-murid di depan batu nisan Almarhum, tetesan air mata dan doa para undangan seolah membanjiri makam Almarhum Hi. Sadik Djafar Noch saat berziarah.
Selanjutnya acara pembacaan doa dan Tahlilan sekaligus penyampaian pesan dari para anak sulung almarhum dan dihadiri oleh para murid dan keluarga yang berasal dari ibu kota Jakarta, beberapa daerah sekitar Bacan, dan hampir seluruh desa se-Kecamatan Botang Loman yang dipusatkan di halaman rumah milik keluarga almarhum Mursyid H.Sadik Djafar Noch di desa Lele.
Putera sulung almarhum, Ilham Hi. Sadik Djafar Noch dalam pesannya menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi atas terselenggaranya acara haul tersebut.
“Sebagai anak, saya terharu atas kedatangan saudara-saudara sekalian dalam acara ini. Untuk itu, saya secara pribadi dan seluruh keluarga mengucapkan terima kasih. Semoga doa saudara-saudara semuanya di ijabah dan menjadi pahala di sisi Allah SWT dan semoga kita semua tetap rendah hati dan tawadhu dalam meneladani keilmuan dan pesan-pesan dari Almarhum,” ajaknya.
Pada kesempatan itu, salah satu murid almarhum yakni Sagaf Kasuba menyatakan bahwa almarhum Hi. Sadik Djafar Noch adalah Tokoh Ulama yang patut diteladani, mulai dari segi ilmu agama dan merupakan Mursyid yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
“Almarhum adalah sosok ulama yang dapat menerima serta menjalankan tradisi lokal dalam praktik beragama,” jelasnya.
Baginya, selama hal demikian tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam, sejatinya akan menjadi pedoman dalam pelestarian keanekaragaman budaya dan kearifan lokal yang penuh dengan nilai-nilai agama Islam.
“Almarhum adalah mursyid yang begitu kental dengan pesan kearifan lokal dan budaya Maluku Utara. Selama tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam maka menjadi kewajiban untuk kita lestarikan sebagai bekal generasi berikutnya,” ujar Sagaf.
Pada momentum itu juga, seluruh anak dan cucu almarhum Hi.Sadik Djafar Noch bersepakat akan menggelar Haul di tiap dua tahun sekali.














