SURABAYA, TeropongMalut – Ambisi Malut United untuk menembus puncak klasemen BRI Super League 2025/2026 harus tertunda. Tim kebanggaan Maluku Utara itu harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya dengan skor tipis 1–2 pada laga krusial pekan ke-17 yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Sabtu (10/1/2026).
Kekalahan ini terasa menyakitkan bagi Malut United, mengingat kemenangan di laga tersebut sejatinya bisa mengantarkan mereka ke posisi teratas klasemen sementara. Namun, efektivitas Persebaya di babak pertama menjadi pembeda utama dalam pertandingan berintensitas tinggi tersebut.
Pelatih Malut United, Hendri Susilo, mengakui hasil akhir tidak berpihak pada timnya, meski secara permainan para pemain telah menunjukkan performa kompetitif.
“Saya mengapresiasi kerja keras pemain. Mereka bermain disiplin, berani, dan tidak takut menghadapi tekanan suporter tuan rumah. Tapi dalam sepak bola, detail kecil sangat menentukan,” ujar Hendri Susilo dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.
Sepanjang pertandingan, Malut United tercatat mampu mengimbangi bahkan beberapa kali mengungguli Persebaya dalam penguasaan bola. Serangan dibangun secara bertahap dari lini tengah, dengan upaya menekan sejak awal babak kedua.
Namun, lemahnya antisipasi di awal laga membuat Malut United harus kebobolan dua gol cepat di babak pertama. Meski mampu memperkecil ketertinggalan lewat satu gol balasan, upaya menyamakan kedudukan tak kunjung terwujud hingga peluit panjang dibunyikan.
Hendri menilai kegagalan memaksimalkan peluang menjadi pekerjaan rumah besar bagi timnya.
“Kami punya beberapa peluang bersih, tapi penyelesaian akhir belum maksimal. Ini yang harus segera kami evaluasi,” tegasnya.
Meski gagal meraih poin, Hendri Susilo menegaskan bahwa secara mental timnya tidak runtuh. Ia justru melihat kekalahan ini sebagai ujian kedewasaan Malut United dalam persaingan papan atas.
“Kami sedang berada di jalur yang benar. Kekalahan ini bukan kemunduran, tapi pelajaran penting agar tim lebih matang dan konsisten ke depannya,” katanya.
Ia juga menyoroti sikap pemain yang tetap bermain menyerang hingga menit akhir, meski berada dalam tekanan besar di kandang lawan.
Hasil ini membuat Malut United tetap tertahan di papan atas klasemen, namun belum mampu menggeser Borneo FC dari posisi puncak. Kendati demikian, persaingan menuju gelar juara masih terbuka lebar, mengingat kompetisi belum memasuki fase penentuan akhir.
Manajemen dan tim pelatih memastikan fokus penuh akan diarahkan pada laga berikutnya, dengan target bangkit dan kembali ke jalur kemenangan.
“Liga masih panjang. Kami akan benahi kekurangan dan kembali lebih kuat,” tutup Hendri Susilo.
Kekalahan dari Persebaya menjadi pengingat bahwa persaingan Super League musim ini kian ketat. Bagi Malut United, konsistensi dan ketajaman lini depan akan menjadi kunci jika ingin terus bersaing di jalur juara hingga akhir musim. (Tim/red)










