Menelisik Kemistikan, Cerita dan Legenda Danau di Atas Gunung Sibela

  • Share

HALSEL-TeropongMalut.com, Lain ladang lain Belalang. Lain daerah, lain juga ceritanya. Maka taklah lengkap rasanya jika kita tak menyoalkan sebuah danau di atas Gunung Sibela. Gunung yang terletak di Pulau Bacan Kabupaten Halmahera Selatan yang ketinggiannya mencapai 2.111 Mdpl (6.926 kaki) dan merupakan gunung tertinggi di Provinsi Maluku Utara.

Gunung Sibela merupakan gunung kawasan cagar alam. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 326/ Kpts-II/1987 pada tanggal 15 Oktober 1987. Luas lahan Cagar Alam Gunung Sibela mencakup 23.024 Hektare. Hal ini tentunya menjadikan gunung Sibela sebagai objek wisata penilitian dan edukasi bagi para pendaki yang kegiatannya terbatas.

Hal lain dari gunung Sibela adalah cerita sebuah danau, yang dari dahulu hingga kini menjadi tanda tanya besar tentang nama danau dan letak keberadaannya.Tentang danau diatas gunung Sibela, TerooongMalut.com mendatangi Saiful Subarno, salah satu pemuda desa Gandasuli berusia 23 tahun pada Sabtu, 23/10/2021.

Untuk mencapai puncak Sibela, ada beberapa jalur pendakian yang dapat ditempuh, diantaranya melalui jalur didesa Kubung, jalur desa Panambuang dan jalur desa Gandasuli. Jalur desa Gandasuli merupakan jalur yang sering dilalui oleh para pendaki. Desa Gandasuli Kecamatan Bacan Selatan adalah desa yang berada didekat gunung Sibela. Jarak yang di tempuh dari jalur desa Gandasuli untuk bisa tiba dipuncak Sibela memakan waktu kurang lebih 2 hari dengan berjalan kaki.

Ipul sapaan akrab Saiful Subarno ketika di konfirmasi mengaku, selama dirinya mendaki tidak pernah menemukan danau. Menurut Ipul, danau diatas gunung Sibela itu hanya didengarnya dari cerita para petuah di desanya.

” Untuk danau diatas gunung Sibela, selama saya mendaki, mengantar tamu, yang melakukan penilitian dan rekreasi tidak pernah saya temukan danau. Hanya saja danau itu saya dengar ceritanya dari para petuah” tutur Ipul

Selain itu, Ipul dalam kegiatan mengantar tamu dalam mendaki Sibela, sering menjumpai keanehan ditiap pos pendakian. Keterangan dari Ipul bahwa untuk bisa sampai ke puncak Sibela harus melewati 8 pos. Jarak dari tiap pos masing-masing 2 Km. Dalam pendakian Ipul mengaku sering melihat penampakan makhluk halus yang berbeda-beda.

“Kerap kali ke puncak saya sering melihat penampakan ditiap pos. Dari 8 pos pendakian, selalu saja ada penampakan berbeda. Wujud penampakan itu ada yang seperti para kompeni, seperti para Kiai dengan Jubah dan mengenakan surban dikepalanya, hingga kadang seperti sosok perempuan yang berambut panjang” Tutup Ipul sembari tersenyum.

Terpisah, Estevanus pria berusia 61 tahun warga desa Panambuang menjelaskan, keberadaan dan nama danau yang ada diatas gunung Sibela. Estevanus bilang, keberadaan danau digunung Sibela memang sulit ditemukan. Menurutnya, pada tahun 2015 yang lalu pernah ada sejumlah mahasiswa Katolik dari Bandung yang mencoba melakukan pendakian dan, hanya menemukan sebuah telaga namun bukan danau.

” Pada tahun 2015 ada mahasiswa Katolik dari Bandung yang mencoba mendaki dan berhasil menemukan sebuah telaga besar namun itu bukan danau yang dimaksud itu hanya sebuah telaga” Ujar Estevanus

Mengenai nama danau diatas gunung Sibela. menjawab pertanyaan awak media ini, Estevanus menyebutnya dengan sebutan danau kali Mandaong. Alasan sederhana Estevanus menyebutkan nama danau kali Mandaong karena kali Mandaong adalah kali yang tak pernah kering selama ini. Estevanus menduga sumber air kali Mandaong bersumber pada danau yang selama ini belum ditemukan keberadaannya.

Memperjelas keterangannya, Estevanus merceritakan perjalanannya mencari keberadaan danau diatas gunung Sibela pada tahun 2006, lima belas tahun lalu. Dengan menyelusuri sisi kiri kali Mandaong, Estevanus dengan beberapa kerabat didesa mulai melakukan perjalanan. Satu hari berjalan kaki menyelusuri hutan, Estevanus dan kelompoknya tak membawakan hasil. Pendakian dengan tujuan mencari keberadaan danau tersebut termotivasi dari cerita ayahanda Estevanus (almarhum) yang konon bercerita banyak tersimpan harta karun disana.

Dalam cerita Estevanus, yang didengar dari almarhum ayahnya bahwa, danau itu pernah dijumpai para petuah dikampung. Bagi para pencari danau akan sulit menemukannya jika dengan niat ingin jadi orang kaya. Didanau tersebut terdapat puluhan buaya, bahkan ratusan. Tak hanya itu, danau besar itu hidup beberapa tanaman bakau yang dapat berpindah dengan sendirinya.

“Ayah dan para petuah dikampung pernah bercerita, katanya pernah sampai didanau itu, dan melihat ratusan buaya dan beberapa tanaman bakau yang dapat berpindah tempat dengan sendirinya” pungkas Estavanus.

Sumber lain tentang keberadaan danau tersebut, datang dari seorang Bapak 4 anak Rahmat Barakati berusia 62 tahun, warga desa Babang Kecamatan Bacan Timur.

Keterangan Rahmat Barakati tak berbeda jauh dengan keterangan Estevanus, hanya saja menurut Rahmat Barakati, danau di atas gunung Sibela itu hidup beberapa ekor kupu-kupu emas yang diceritakan Bapaknya (almarhum)

“Dengar dari bapak saya didanau Itu hidup beberapa kupu-kupu emas, entah itu bahasa kiasan tentang hartu Karun atau bagaimana saya kurang paham. Yang jelas itu saya dengar dari orang tua saya” Rahmat Barakati mengakhiri.

Mendengar informasi dan cerita ini, awak media ini dalam beberapa bulan ke depan akan mencoba mendaki gunung Sibela dan mencaritahu kebenaran dan keberadaan danau danau misterius diatas gunung Sibela. (Mursal/red)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *