HALTENG — Upaya memastikan bantuan tepat sasaran bagi nelayan kembali ditegaskan melalui kegiatan pembahasan distribusi dan kepemilikan Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (e-KUSUKA) yang digelar di Aula Kantor Camat Weda, Desa Nurweda, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Camat Weda, Yasri Baharuddin, bersama perwakilan Ombudsman RI dan masyarakat nelayan dari sejumlah desa, yakni Nusliko, Were, Fidy Jaya, dan Nurweda. Pertemuan ini menjadi ruang dialog sekaligus evaluasi terhadap efektivitas program pemerintah di sektor kelautan dan perikanan.
Dalam kerangka tugasnya, Ombudsman RI tidak hanya berperan sebagai pengawas pelayanan publik, tetapi juga sebagai katalisator perubahan sosial. Melalui kegiatan ini, Ombudsman mendorong agar setiap program pemerintah, termasuk distribusi e-KUSUKA, benar-benar menjangkau kelompok yang paling membutuhkan, terutama masyarakat pesisir dan wilayah terpencil.
Diskusi berlangsung dinamis dengan menyoroti pentingnya validitas data nelayan, kepemilikan kartu e-KUSUKA, serta kendala yang dihadapi di lapangan. Data yang sebelumnya telah disampaikan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Halmahera Tengah menjadi dasar dalam memetakan kondisi riil penerima manfaat.
Camat Weda, Yasri Baharuddin, dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Ombudsman, dan masyarakat. Ia berharap melalui forum ini, kesadaran nelayan terhadap pentingnya administrasi dan legalitas usaha semakin meningkat.
“Ketepatan data adalah kunci agar bantuan tidak salah arah. Karena itu, partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Selain sebagai forum evaluasi, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi nelayan terkait fungsi dan manfaat e-KUSUKA sebagai identitas resmi pelaku usaha di sektor kelautan dan perikanan.
Dengan membawa identitas diri, para nelayan diharapkan dapat memastikan status kepemilikan kartu mereka sekaligus memperkuat akses terhadap berbagai program pemberdayaan pemerintah.
Melalui langkah ini, harapan besar disematkan: laut tetap menjadi sumber kehidupan, dan kebijakan yang hadir benar-benar berpihak pada mereka yang menggantungkan hidup di atasnya. (Odhe)


















