Miris! Demi Uang Bantuan, Janda dan Lansia di Morotai Harus Berdesakan di Depan Bank

Judul: Stok ATM Habis, Ratusan Janda, Lansia hingga Penyandang Disabilitas di Morotai Terpaksa Antre Panjang Demi Bantuan

Morotai, TeropongMalut.com – Pemandangan memilukan terjadi di depan kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) Morotai, Senin (16/03/2026). Ratusan warga dari kelompok rentan—mulai dari janda, lansia, anak yatim hingga penyandang disabilitas—terpaksa mengantre panjang demi mencairkan bantuan sosial, akibat keterbatasan kartu ATM.

Sejak pagi hari, antrean sudah mengular di depan kantor BRI. Wajah lelah dan penuh harap terlihat jelas dari para penerima manfaat yang sebagian besar harus berdiri berjam-jam, bahkan dalam kondisi fisik yang terbatas.

Pantauan di lokasi, mereka yang belum memiliki kartu ATM tidak punya pilihan selain melakukan penarikan secara manual di dalam kantor bank. Sementara itu, penerima bantuan yang sudah memiliki kartu ATM diarahkan untuk menarik dana melalui agen BRILink yang tersebar di desa-desa.

Situasi ini memicu keprihatinan, mengingat mayoritas penerima bantuan merupakan kelompok yang seharusnya mendapat kemudahan akses layanan, bukan justru dipaksa menghadapi antrean panjang yang melelahkan.

Seorang warga lansia mengaku harus datang sejak pagi demi memastikan dirinya kebagian layanan.
“Dari pagi sudah datang, takut nanti tidak dapat giliran. Ini untuk kebutuhan Lebaran,” ungkapnya lirih.

Pihak BRI mengakui adanya lonjakan antrean akibat pelayanan khusus penyaluran bantuan yang hanya dijadwalkan selama dua hari, yakni Senin (16/03) hingga Selasa (17/03/2026).

“Pelayanan dipercepat karena akan memasuki libur nasional, termasuk Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Kami upayakan semua penerima manfaat terlayani sebelum libur panjang,” ujar salah satu staf BRI.

Ia juga menambahkan, pelayanan harus dituntaskan dalam waktu singkat agar para penerima bantuan, khususnya janda dan lansia, dapat memenuhi kebutuhan menjelang hari raya.

Namun, kondisi ini justru menimbulkan tekanan tersendiri. Dengan keterbatasan waktu dan fasilitas, ratusan warga harus berdesakan demi mendapatkan hak mereka.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Perlindungan Anak Kabupaten Pulau Morotai, Ansar Tibu, SH, berharap seluruh proses penyaluran bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran.

“Kami berharap semua penerima manfaat benar-benar terlayani dengan baik. Bagi yang belum memiliki kartu ATM, silakan langsung datang ke BRI untuk melakukan pencairan,” tegas Ansar.

Penyaluran bantuan ini dipusatkan di depan kantor BRI Morotai, dimulai pukul 08.00 WIT hingga selesai. Meski secara umum berjalan aman dan tertib, kondisi antrean panjang yang melibatkan kelompok rentan menjadi sorotan serius.

Peristiwa ini sekaligus menjadi catatan penting bagi pihak terkait agar ke depan sistem penyaluran bantuan lebih manusiawi, terutama bagi mereka yang paling membutuhkan perhatian—bukan justru dibiarkan berjuang dalam antrean panjang di tengah keterbatasan.

(Redaksi: Taufik Sibua)

IMG-20260420-WA0020
previous arrow
next arrow
IMG-20260423-WA0117
previous arrow
next arrow
images - 2026-04-22T235051.720
previous arrow
next arrow
FB_IMG_1776869755543
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *