Pangkalan BBM UD Tiga Bersaudara di Sagea Dikabarkan Berulah

Reporter : Odhe
Editor : Redaktur

HALTENG, Teropongmalut.com – Diduga miskomunikasi yang tak singkron antara pihak pangkalan BBM subsidi UD Tiga Bersaudara dan warga masyarakat akhirnya pada hari Sabtu, (27/8/2022) kemarin terjadi sikap tak terpuji pihak pangkalan yang mendatangi warga dan langsung marah-marah sambil tunjuk.

Foto isi pangkalan UD Tiga Bersaudara di Sagea

Terjadinya adu mulut antara pihak pangkalan BBM dengan warga terkait soal pernyataan jatah warga hangus jika tak diambil. “Kalau jatah bulan lalu baru diambil bulan berikut itu sudah hangus sehingga terjadi perdebatan yang sedikit alot.

Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini Ahad, (29/8/2022) siang kemarin di Sagea bahwa setiap warga membeli BBM jenis minyak tanah (subsidi) mengaku sering mendapat sikap yang tak enak dari pihak pangkalan itu. “Kadang katong beli BBM (Mita) bakumara, bakumalawang dulu baru dapa BBM,” kisah warga saat ditemui media kemarin.

Atas sikap pangkalan UD Tiga Bersaudara ini kami menduga ada yang tak beres, karena jatah 20 ton BBM minyak tanah setiap bulan yang tersalur di masyarakat hanya berkisar 3 ton saja. Sisanya pangkalan UD Tiga Bersaudara melakukan distribusi ke desa-desa sampai di Kecamatan Weda Timur menggunakan mobil pic up.

Kami menduga jatah BBM yang belum sempat kami ambil itu kemudian dijual ke desa-desa lain dengan harga yang lebih melewati harga Harga Eceran Tertinggi (HET). Untuk itu kami mendesak jajaran Polres Halteng agar menindak tegas pemilik pangkalan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diduga bersikap nakal dan sengaja menimbun BBM jenis minyak tanah (Mita) kemudian menjual keluar.

Desakan ini disampaikan karena jatah BBM kami sudah berulangkali di diduga selewengkan oleh pihak pangkalan ini. Menyusul sering terjadi kelangkaan BBM yang membuat masyarakat setempat kesulitan mendapatkan minyak tanah.

“Kami sungguh berharap pihak Ekbang Pemkab Halteng dan kepolisian agar menindak tegas pelaku pangkalan Mita yang diduga melakukan penimbunan BBM dari hak warga kemudian diduga di distribusikan ke pihak yang tidak bertanggung jawab.

Terpisah Fataha yang merupakan pemilik pangkalan UD Tiga Bersaudara kepada media ini Ahad, (29/8/2022) siang kemarin mengaku bahwa perihal Sabtu kemarin itu hanyalah miskomunikasi sehingga terjadilah adu mulut.

Diapun bilang bahwa jatah BBM subsidi yang dikelola sebanyak 20 ton karena pelayanan distribusinya mulai dari desa Gemaf Kecamatan Weda Utara sampai desa Dotte Kecamatan Weda Timur Kabupaten Halmahera Tengah.

Terkait dengan tuduhan warga soal penyelewengan BBM dia mengaku itu keliru, karena pangkalan UD Tiga Bersaudara diberikan tanggung jawab oleh Pemda melalui Ekbang untuk melakukan pendistribusian BBM subsidi sampai ke desa-desa yang jangkauannya berjauhan dengan pangkalan,” tandasnya.

Jatah 20 ton BBM itu menanggung dua kecamatan yakni Weda Utara dan Weda Timur yang meliputi 11 desa 2 Satuan Pemukiman (SP) dan 2 dusun sehingga distribusi BBM subsidi ini bersentuhan langsung dengan masyarakat, karena ini perintah Kabag Ekbang, jadi setiap BBM masuk itu langsung kami antar ke desa-desa,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *