Penganggaran Jalan Wilayah Dinilai Tak Sesuai Fakta di Lapangan, APH Jangan Diam Tapi Usut

Reporter : Odhe
Editor : Redaksi

HALTENG, Teropongmalut.comBerdasarkan informasi yang diperoleh media soal penganggaran Infrastruktur pendukung konektivitas wilayah di Kabupaten Halmahera Tengah tahun anggaran 2018-2022 belakangan ini dikabarkan penganggarannya tak sesuai fakta dilapangan sehingga Aparat Penegakan Hukum (APH) diminta jangan diam tapi mengusut soal ini karena anggaran jalan yang digelontorkan ratusan milyar dinilai tetapi realitas dilapangan terbilang nonsen.

Sebab pembangunan jalan hotmix tahun 2028-2022 yang meliputi Kecamatan Pulau Gebe dengan volume 21 kilo meter 450 meter dengan nilai anggaran sebesar Rp 62.095.278.000, untuk Kecamatan Patani dengan volume 61 kilo meter 25 meter dengan anggaran nilai Rp 196.928.874.050, selanjutnya penganggaran jalan Kecamatan Weda Utara sebesar Rp 9.943.694.000 dengan volume 3 kilo meter, untuk Kecamatan Weda Tengah di anggarkan senilai Rp 15.146.667.000 dengan volume 4 kilo meter 4 meter, Kecamatan Weda Selatan di anggarkan kurang lebih Rp 30.000.000.000 dengan volume 12 kilo meter, untuk Kecamatan Weda sendiri di anggarkan senilai Rp 130.000.000.000 dengan volume 38 kilo meter.

Hal ini disampaikan Hendro Said Gege kepada media ini Kamis, tanggal 15 Juni 2023 pukul 20.00 WIT, dia mendesak kepada Aparat Penegakan Hukum (APH) agar mengusut dugaan anggaran ratus miliyaran rupiah yang digelontorkan APBD Halteng tahun 2018-2022 tersebut.

Untuk itu, dari total anggaran  sebesar RP 477.175.155.249 dengan volume sepanjang 236 kilo meter 480 meter, ini harus menjadi perhatian Aparat Penegak Hukum. Sebab, dari volume dan anggaran yang ada, adanya bukti sejumlah item pada pekerjaan jalan seperti Kecamatan Weda Selatan SP dua B Desa Sumber Sari sampai dengan saat ini belum di hotmix,” lanjutnya.

Kecamatan Patani menuju Patani Utara sampai saat ini belum di hotmix, Jalan Trans Waleh SP 1 menuju SP 2 belum di hotmix, jalan hotmix Desa Lelilef Woebulen hotmix yang dikerjakan oleh Cv. Garolaha Utama baru mencapai kurang lebih 350 meter.

Dengan demikian, APH diminta jangan diam tetapi mengusut tuntas dugaan anggaran dan progres pekerjaan yang ada, agar setiap pelaporan sesuai dengan kondisi di lapangan,” tuntasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *