Promosi Jabatan di Departemen ACC ID, PT IWIP Diduga Bangun Dinasti dan Anti Anak Daerah

Penulis : Odhe
Editor : Redaksi

HALTENG, Teropongmalut.com – Departemen ACC ID PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) pada Devisi Kantin saat ini banyak mempekerjakan putra putri daerah ini di posisi cook dan foremen pada ratusan Crew penjamah makanan untuk melayani puluhan ribu karyawan.

PT. IWIP dinilai menerapkan dinasti yang anti anak daerah hingga kini puluhan kursi atau jabatan SPV kantin Indonesia tak satu pun putra putri daerah yang bekerja di Kantin Indonesia PT. IWIP diposisi cook dan foreman yang mendapat kesempatan untuk promosi ke jenjang SPV. SPV Kantin Indonesia itu standar pendidikannya D1 s/d D3 Tataboga dan Perhotelan.

Meski tanpa basic pendidikan tataboga, putra putri daerah ini telah cukup memiliki kemampuan berdasarkan pengalaman selama ini bekerja dikantin Indonesia. Hanya saja PT. IWIP mendatangkan SPV langsung dari daerah luar tanpa assesment, yang pasti, mereka yang dipanggil datang langsung dalam posisi SPV bukan orang asing atau tanpa koneksi menurut Info yang kami himpun dari media ini,” beber salah salah satu kariyawan yang enggan menyebutkan namanya.

“Mereka datang karena dekat dengan para BIG BOS Kantin Indonesia PT. IWIP. Lalu kapan kesempatan akan datang untuk putra putri daerah ini..??

Mestinya putra putri yang saat ini ada diposisi foreman dan cook juga telah layak untuk dipromosi ke jenjang yang lebih tinggi karena kompetensi yang didapat dari pengalaman selama ini baik sebagai cook maupun formen dalam manghandel operasional dan manajamen kantin. Terlihat foreman yang diberi kewenangan menghandel operasional dapat melaksanakan tugas dengan baik untuk melayani puluhan ribu karyawan perusahaan selama ini. Namun Putra-putri daerah dipandang sebagai orang-orang bodoh, terbelakang dan tak berpendidikan,” kesal karyawan ini.

Dalam istilah mereka “Putra Putri Daerah itu jadi GW sampai JELEK. Bahkan kalau ada di lihat dari latar belakang pendidikan banyak SPV yang cuma lulusan SMA bahkan SMP juga ada. Tapi Putra-Putri Daerah paling banyak yang bergelar Sarjana tapi torang selalu di anggap tidak mampu dan selalu di anggap orang bodok.

Untuk itu para karyawan ini berharap agar ada perhatian khusus dari Pihak manajemen, Pemerintah Daerah maupun para Bapak/Ibu DPRD Halmahera Tengah untuk lebih lagi memperhatikan kami karyawan khusus bagi Putra Putri asal Halmahera Tengah,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *