Haltim, TeropongMalut.com — Alih-alih menjadi momen bahagia, pesta pernikahan anak Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Perindagkop) Kabupaten Halmahera Timur justru berubah menjadi ajang Bakupukul dan bakulai hingga kacau besar. Acara yang digelar di Desa Kakaraino, Kecamatan Wasile Tengah, Kamis malam (9/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIT itu berujung bakulai antar warga yang memicu kepanikan.
Ditengah upayakan meredam Konflik jaga situasi kondisi Maluku Utara dalam keadaan menjaga kedamaian ironisnya, pesta yang digelar meriah tersebut diduga kuat mengabaikan imbauan atau perintah resmi Bupati Halmahera Timu Ubaid terkait pembatasan kegiatan yang berpotensi memicu kerumunan dan keramaian—terutama di tengah situasi daerah yang masih rentan pascakonflik.
Menurut informasi yang dihimpun, kericuhan bermula dari adu mulut antar sejumlah warga di tengah hiruk-pikuk pesta diduga karna miras captikus. Namun situasi dengan cepat memanas, berubah menjadi aksi saling dorong hingga bentrokan terbuka. Kursi beterbangan, perlengkapan pesta berserakan, dan suasana yang semula penuh tawa mendadak berubah menjadi mencekam, saling Bakupukul.
Aparat kepolisian yang siaga di lokasi langsung turun tangan. Upaya pembubaran dilakukan secara tegas guna mencegah konflik meluas dan menghindari potensi bentrokan susulan yang lebih besar.
Peristiwa ini memantik sorotan tajam dari masyarakat. Banyak pihak menilai, sebagai pejabat publik, semestinya Kadis Perindagkop justru menjadi contoh dalam menaati kebijakan pemerintah, bukan malah terkesan mengabaikannya, ini menunjukkan kesombongan dan keangkuhan, karna meras sebagai pejabat daerah dan orang penting bupati jadi merasa bebas melakukan apa saja, perilaku ini sangat tidak mendukung upaya redam kondisi menjaga Kamtibmas redam konflik terjadi dan meluas.
“Ini sangat disayangkan. Saat masyarakat diminta menahan diri, justru pejabat menggelar pesta besar yang akhirnya bakupukul rame,” ungkap salah satu warga dengan nada kecewa.
Insiden ini tak hanya mencoreng ketertiban umum, tetapi juga dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap upaya aparat keamanan yang selama ini berjibaku menjaga stabilitas di Halmahera Timur.
Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian mulai berangsur kondusif. Aparat masih melakukan pengejaran dan identifikasi terhadap pihak-pihak yang terlibat bentrokan untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
Sementara itu, pihak keluarga maupun pemerintah daerah masih bungkam, belum memberikan klarifikasi resmi atas insiden yang kini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.
Publik pun berharap, kejadian ini menjadi tamparan keras bagi para pejabat agar lebih bijak dan tidak abai terhadap imbauan pemerintah—karena satu kelalaian bisa berujung pada kekacauan yang merugikan banyak pihak. (Uci)














