Jakarta, TeropongMalut – Dalam upaya menentukan awal Ramadhan 1446 H secara akurat, Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar Sidang Isbat pada hari ini di Aula Utama Kemenag. Sidang dimulai pada hari Jumat, 28 Februari 2025, pukul 17.30 WIB dengan agenda utama memeriksa penampakan hilal, dilengkapi dengan seminar dan paparan data dari perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta Pengurus Pusat Nahdlatul Ulama (NU).
Sidang yang dihadiri oleh Menteri Agama beserta jajaran, Duta Besar dari negara-negara Islam, perwakilan MUI dan NU, serta sejumlah tamu VIP ini bertujuan untuk memastikan bahwa keputusan penetapan awal Ramadhan dilakukan dengan transparan dan berdasarkan data yang akurat. Sebelum sidang resmi dimulai, para ahli dan pengamat dari MUI serta NU menyampaikan hasil pengamatan hilal dari berbagai wilayah Indonesia melalui seminar yang menarik perhatian publik.
Pada pukul 18.07 WIB, hasil sidang isbat disampaikan oleh Menteri Agama melalui keterangan pers. Menurut keputusan yang telah ditetapkan, awal Ramadhan 1446 H resmi diumumkan berdasarkan bukti pengamatan hilal dan verifikasi data yang dikumpulkan bersama.
Menteri Agama menegaskan, “Keputusan ini telah kami ambil dengan mengacu pada dasar hukum yang berlaku, yakni Peraturan Menteri Agama Nomor 4 Tahun 2025 tentang Penetapan Awal Bulan Hijriyah. Kami memastikan bahwa proses pengamatan, verifikasi, dan konsultasi dengan MUI serta NU telah dilakukan secara objektif dan akurat.”
Keputusan tersebut mendapat sambutan positif di dunia maya. Berbagai pernyataan yang beredar di internet mengungkapkan antusiasme umat Muslim menyambut keputusan resmi tersebut. Seorang netizen menulis, “Alhamdulillah, keputusan menteri sudah transparan. Semoga Ramadhan kali ini membawa berkah dan meningkatkan keimanan kita semua.” Tak sedikit pula pengamat kalender Islam yang mengapresiasi langkah tegas Kemenag, menilai bahwa proses ini telah mengedepankan prinsip kejujuran dan keakuratan data ilmiah.
Menteri Agama juga menghimbau agar seluruh masyarakat bersiap menyambut bulan suci dengan semangat baru, mengingat keputusan ini merupakan hasil kerja keras aparat serta dukungan para tokoh agama yang telah memberikan masukan berharga selama proses sidang. “Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan penuh harapan, serta menjadikan bulan ini momentum untuk meningkatkan ibadah dan kepedulian sosial,” pungkasnya.
Sidang isbat hari ini menjadi momentum penting bagi umat Islam di Indonesia untuk menyatukan pandangan dalam penetapan awal bulan Ramadhan. Keputusan yang telah diambil diharapkan dapat meminimalisir perpecahan dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses penetapan awal bulan Hijriyah. (TS)


















