Halteng, teropongmalut.com – Puluhan warga desa Fritu dan Sorono Kecamatan Weda Utara menggelar aksi protes yang bertempat di Areal Stock File/Evo PT. Bakti Pertiwi Nusantara (BPN) Desa Fritu Kecamatan Weda Utara Kabupaten Halmahera Tengah.
Kegiatan aksi masyarakat lingkar tambang terhadap PT BPN kurang lebih sebanyak 35 orang dan Umar Bakar selaku korlap dengan alat peraga diantaranya 1 Buah megaphone 5 buah bener. Aksi itu bergerak dari titik kumpul di luar depan Areal stock file/evo PT. BPN menuju Pos 1 security PT.BPN dan hanya di batasi di luar arel center PT BPN.
Tuntutan yang dimaksud saudara Iswan adalah PT. PBN segera membayar lahan masyarakat seluas 380 hektar dan sebab 11 tahun janji belum pembayaran dari mulai Perusahan Produksi tahun 2008. Kalau perusahaan belum bayar maka perusahaan gagal dalam peraturan. Kami menuntut manejemen PT PBN segera membayar hak masyarakat. Jangan menggarap harta di halmahera Tengah. Bayar dulu hak-hak masyarakat di lingkar Tambang ini. Itu artinya perusahaan ada masalah janji yang sudah disepakati bersama sudah tidak ditepati,” tegas Iswan.
Aksi Warga Fritu dan Sarono
Aslan juga mengaku kami tidak segan-segan membakar perusahaan ini kalau hak-hak kami tidak dibayar. PT PBN sudah melaksanakan perampasan milik masyarakat. PT BPN dinilai pandang enteng masyarakat sehingga Lahan Tidak Bayar hingga kini.
Tidak ada negoisasi selain Bayar Sebab BPN telah menyakiti hati masyarakat. Kalau direktur tidak bisa bayar hari ini maka tidak akan selesai tuntutan aksi ini Kalau penambang mau melaksanakan aktivitas, selesaikan dulu hak-hak masyarakat. Kalau tidak bayar hari ini maka perusahaan angkat kaki dari sini tidak ada aktifitas penambangan. Janji adalah hutang,” tegasnya. (Od)






























