Reporter : Odhe
Editor : Redaktur
HALTIM, Teropongmalut. com – Beginilah keluhan warga masyarakat desa Saolat Kecamatan Wasile Selatan Kabupaten Halmahera Timur soal lahan kaplingan berkelompok yang selama dua tahun ini belum diproses pembebasan lahan oleh pihak perusahaan. Padahal lahan-lahan kelompok warga masyarakat sudah di ukur oleh tim pengukuran perusahaan. Namun kabarnya Kades Saolat Melieser Dawanaka belum menerbitkan Surat Keterangan Tanah (SKT) hingga kini, ada apa?
Tak hanya itu, Kades Saolat juga dikabarkan meminta lahan-lahan kelompok kaplingan warga masyarakat harus keluar satu pintu yakni melalui desa. Namun, lagi-lagi Kades Saolat Melieser Dawanaka mencatut nama Wakil Bupati Haltim Anjas Taher bahwa yang namanya lahan-lahan kelompok itu sudah ditiadakan. Akibat perihal itu, sehingga lahan-lahan kelompok warga masyarakat dengan luasan ribuan hektare tersebut telah dibongkar alias digusur habis oleh beberapa perusahaan tanpa pembayaran sampai saat ini.
Hal ini disampaikan oleh beberapa warga masyarakat desa Saolat yang tergabung dalam kelompok Jumat, (07/04/2023) sore tadi.
Beberapa warga kelompok lahan ini pun mulai mencurigai jangan-jangan lahan-lahan kaplingan kami digusur atas perintah Melieser Dawanaka. “Tong curiga jangan sampe diam-diam Melieser Dawanaka yang arahkan perusahaan untuk membongkar/menggusur lahan-lahan kaplingan kami meskipun belum ada proses pembayaran lahan,” kisah beberapa warga kelompok kepada media ini via sambungan telepon genggam sore tadi.
Terkait perihal dan kecurigaan warga kelompok kaplingan diatas, Kades Saolat Melieser Dawanaka saat dikonfirmasi guna perimbangan berita namun sampai saat ini Kades Saolat belum memberikan sanggahan atau tanggapan atas perihal yang dikeluhkan warga kelompok.
























