Pencitraan Menenggelamkan Kritik di Panggung Kekuasaan

Oleh : Odhe Isma

Editor : Redaktur

Di panggung kekuasaan hari ini, pencitraan seolah menjadi mata uang utama yang lebih berharga ketimbang kritik. Mereka yang pandai membungkus citra dengan janji dan narasi manis mendapat sorotan, sementara suara kritis kerap dianggap angin lalu, bahkan dihapus dari percakapan publik.

Ironisnya, meski kebijakan yang dijalankan kerap salah arah atau penuh kelemahan, kritik sering dianggap ancaman, bukan masukan. Arus besar pencitraan membentuk ilusi seakan semua berjalan baik-baik saja, menenggelamkan realitas yang berbeda di lapangan.

Di tengah derasnya arus ini, mereka yang bersuara justru terpinggirkan, dicap pengganggu, bahkan dipaksa diam. Kritik yang seharusnya menjadi vitamin bagi demokrasi, berubah menjadi “musuh” yang harus disingkirkan.

Seakan di muka bumi ini, kebenaran tak lagi diukur dari realita, melainkan dari seberapa indah citra yang berhasil dibangun.

IMG-20260420-WA0020
previous arrow
next arrow
IMG-20260423-WA0117
previous arrow
next arrow
images - 2026-04-22T235051.720
previous arrow
next arrow
FB_IMG_1776869755543
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *