HALTENG ~ Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M, suasana ibadah puasa di Kota Weda mulai diuji. Sejumlah warga dilaporkan tergoda untuk membatalkan puasa lebih awal akibat kuatnya godaan yang diibaratkan sebagai “syetan” yang kembali lepas menjelang akhir Ramadan.
Peristiwa ini terpantau di beberapa titik di Kota Weda dalam beberapa hari terakhir. Aroma makanan yang menyengat dari warung dan rumah makan memicu sebagian warga yang tengah berpuasa tak mampu menahan diri, sehingga memilih untuk berbuka sebelum waktunya.
Salah satu titik yang menjadi sorotan berada di sebuah rumah makan yang berlokasi tak jauh dari Kantor Kesbangpol dan salah satu rumah makan di jalan kilo meter 3 desa Persiapan Ake Ici. Di lokasi tersebut, terlihat banyak kendaraan, mulai dari truk hingga sepeda motor, terparkir pada siang hari. Kondisi ini mengindikasikan adanya aktivitas makan di waktu puasa oleh sejumlah warga.
Fenomena ini terjadi ketika intensitas aktivitas masyarakat meningkat menjelang Lebaran, termasuk mobilitas pekerja dan pengendara. Godaan berupa sajian makanan yang menggugah selera menjadi ujian berat bagi sebagian warga, terutama yang tidak mampu menjaga ketahanan iman dan disiplin ibadah.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan tentang konsistensi pelaksanaan ibadah puasa di ruang publik serta perlunya kesadaran bersama untuk saling menghormati dalam bulan suci Ramadan, khususnya di hari-hari terakhir menjelang Idulfitri. (Odhe)
















