Jelang MTQ, Kondisi Jalan Hancur Dibiarkan! Warga Haltim ‘Semprot’ Pemda, Jangan Tunggu Korban Baru Bergerak

Haltim, TeropongMalut.com — Menjelang perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang direncanakan berlangsung pada Mei 2026 di Kecamatan Wasile Tengah, tepatnya di Desa Lolobata, wajah infrastruktur justru mempermalukan daerah sendiri. Jalan utama penghubung Desa Foly menuju pusat kegiatan dilaporkan hancur, berlubang, dan nyaris tak layak dilintasi.

Ironisnya, hingga kini Pemerintah Daerah Halmahera Timur (Haltim) terkesan tutup mata. Padahal, jalur tersebut merupakan akses vital yang akan dilalui peserta, official, hingga tamu undangan dari berbagai wilayah.

Kerusakan jalan yang menganga di sejumlah titik bukan hanya menghambat mobilitas, tetapi juga mengintai keselamatan warga. Risiko kecelakaan disebut tinggal menunggu waktu jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa penanganan serius.

Marwan Buka, pemuda Desa Bokimaake yang juga bagian dari tuan rumah MTQ, meluapkan kekecewaannya. Ia menilai Pemda Haltim lamban dan tidak responsif terhadap persoalan mendasar yang justru krusial menjelang event besar keagamaan.

“MTQ sudah di depan mata, tamu pasti membludak. Tapi jalan masih hancur begini. Pemda tunggu apa? Jangan sampai ada korban dulu baru bergerak,” tegas Marwan dengan nada geram.

Di tengah sorotan publik soal kesiapan daerah, pernyataan resmi pemerintah justru belum menyentuh persoalan krusial di lapangan. Sekretaris Daerah Halmahera Timur, Rickhy Chairul Ricfhat, saat diwawancarai awak media di halaman Kantor Bupati Haltim, Rabu (8/4/2026), menyampaikan bahwa pelaksanaan MTQ masih menunggu verifikasi jadwal.

“Diperkirakan MTQ akan digelar pada minggu kedua bulan Mei 2026, menyesuaikan dengan agenda MTQ tingkat Provinsi Maluku Utara,” ujarnya usai rapat.

Namun, pernyataan tersebut justru menuai kritik. Warga menilai Pemda lebih fokus pada agenda seremonial dan penyesuaian jadwal, sementara persoalan mendasar seperti infrastruktur jalan yang rusak parah belum tersentuh.

Menurut warga, kesiapan infrastruktur bukan sekadar pelengkap, melainkan wajah daerah di mata publik. Jika akses utama saja amburadul, maka pelaksanaan MTQ berpotensi tercoreng sebelum dimulai.

Warga kini mendesak Pemda Haltim agar tidak sekadar beretorika soal suksesnya MTQ, tetapi segera turun langsung melakukan perbaikan konkret. Jika tidak, masyarakat menilai pemerintah gagal menunjukkan keseriusan dalam menyambut agenda besar yang seharusnya menjadi kebanggaan daerah.

“Toranh p Muka mau taruh dimana, Jangan sampai MTQ megah di panggung, tapi jalan menuju lokasi justru jadi pembicaraan publik,” sindir warga.

Sorotan publik pun kini mengarah tajam ke Pemda Haltim: akan bergerak cepat membenahi akses vital, atau tetap sibuk dengan rapat dan jadwal di atas kertas?

(Uci)

IMG-20260314-WA0032
previous arrow
next arrow
IMG-20260402-WA0008
previous arrow
next arrow
IMG-20260403-WA0012
previous arrow
next arrow
IMG-20260316-WA0003
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *