Peserta Luar Daerah Dominasi Juara Fun Run 10K Morotai, Tuan Rumah Hanya Raih Hasil Tipis

Morotai, TeropongMalut.com — Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai resmi menggelar event olahraga Fun Run 10K Morotai 2026, Sabtu (12/4/2026). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah, Muhammad Umar Ali, didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kapolres Morotai AKBP drh. Dedy Wiyanto, Danlanal, Danlanud, serta Kepala Kejaksaan Negeri Morotai.

Start lomba dimulai dari depan Pasar Modern pada pukul 05.45 WIT. Panitia menetapkan batas waktu (cut off time) selama 1 jam 10 menit bagi peserta untuk mencapai garis finis, dengan hadiah medali bagi pelari yang memenuhi target waktu tersebut.

Berdasarkan data panitia, total pendaftar mencapai 1.875 peserta, baik melalui jalur online maupun offline. Namun, jumlah tersebut menyusut drastis menjadi 672 peserta yang benar-benar mengikuti lomba. Penurunan ini dipicu oleh lonjakan harga tiket pesawat serta sejumlah kendala lain yang membuat sebagian peserta batal hadir.

Secara umum, Pemerintah Daerah Morotai dinilai sukses menyelenggarakan event berskala besar tersebut. Kegiatan ini bahkan disebut sebagai kebanggaan masyarakat setempat karena mampu menghadirkan peserta dari berbagai daerah.

Namun di balik kesuksesan penyelenggaraan, muncul sorotan tajam terhadap hasil perlombaan. Mayoritas posisi juara justru didominasi peserta dari luar daerah, seperti Sulawesi, Tidore Kepulauan, dan Halmahera Utara. Sementara atlet lokal Morotai hanya mampu menembus posisi terbatas.

Pada kategori umum putra, juara pertama diraih peserta asal Sulawesi, disusul perwakilan Tidore Kepulauan di posisi kedua dan ketiga. Sementara di kategori umum putri, podium juara didominasi peserta dari Halmahera Utara, dengan hanya satu wakil Morotai dari Desa Bido yang berhasil masuk tiga besar.

Di kategori pelajar putra, juara pertama diraih peserta asal Sofifi, diikuti Tidore Kepulauan, dan peringkat ketiga dari SMP Negeri 1 Morotai. Sedangkan pada kategori pelajar putri, juara pertama diraih peserta asal Desa Bido Morotai, sementara posisi kedua dan ketiga kembali dikuasai peserta dari Tidore Kepulauan.

Minimnya dominasi atlet lokal ini memunculkan kritik terhadap kinerja Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Morotai. Mereka dinilai belum maksimal dalam melakukan pembinaan maupun seleksi atlet lokal untuk bersaing di ajang tersebut.

Padahal, event ini diharapkan menjadi momentum bagi atlet daerah untuk menunjukkan kemampuan di hadapan publik sendiri.

Panitia menyediakan total hadiah puluhan juta rupiah bagi para pemenang, serta doorprize menarik bagi peserta. Rangkaian kegiatan akan ditutup pada pukul 20.00 WIT dengan penyerahan hadiah yang dipusatkan di depan Kantor Dinas Pariwisata Morotai, sekaligus dimeriahkan oleh penampilan artis dari Ambon.

(Red/Taufik Sibua)

IMG-20260314-WA0032
previous arrow
next arrow
IMG-20260402-WA0008
previous arrow
next arrow
IMG-20260403-WA0012
previous arrow
next arrow
IMG-20260316-WA0003
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *