Usung Visi Kembalikan Kejayaan PPP di Bumi Kesultanan
Tidore Kepulauan-TeropongMalut.com, Dinamika politik internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kota Tidore Kepulauan mulai menghangat jelang pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) periode 2026–2031. Salah satu figur yang mencuat adalah Rahmat Wijaya, yang secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon ketua.
Dengan mengusung visi besar “Mengembalikan Kejayaan PPP di Kesultanan Islam,” Rahmat Wijaya menegaskan komitmennya untuk membangkitkan kembali marwah partai berlambang Ka’bah tersebut di Tidore Kepulauan.
“PPP memiliki sejarah panjang dan kuat di wilayah yang kental dengan nilai-nilai Islam seperti Tidore. Sudah saatnya kita bangkit dan merebut kembali kepercayaan masyarakat,” ujar Rahmat Wijaya dalam keterangannya.
Ia menilai, kejayaan PPP di masa lalu bukan hal yang mustahil untuk diraih kembali, asalkan seluruh kader bersatu, solid, dan fokus pada kerja-kerja nyata yang menyentuh kebutuhan rakyat.
Rahmat juga menekankan pentingnya konsolidasi internal partai hingga ke tingkat paling bawah. Menurutnya, penguatan struktur dan kaderisasi menjadi kunci utama dalam membangun kembali kekuatan PPP di daerah.
Selain itu, ia berkomitmen mendorong PPP menjadi partai yang lebih terbuka dan responsif terhadap aspirasi generasi muda, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi identitas partai.
“PPP harus hadir sebagai rumah besar umat, sekaligus menjadi jembatan aspirasi masyarakat, baik kalangan tua maupun generasi muda,” tegasnya.
Dalam visinya, Rahmat Wijaya juga menargetkan peningkatan perolehan kursi legislatif di DPRD Kota Tidore Kepulauan pada pemilu mendatang, sebagai indikator nyata kebangkitan PPP di daerah tersebut.
Dukungan terhadap Rahmat Wijaya pun mulai bermunculan dari sejumlah kader dan simpatisan yang menginginkan adanya perubahan serta semangat baru di tubuh PPP Tidore Kepulauan.
Dengan semangat persatuan dan perjuangan, Rahmat optimistis PPP dapat kembali menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan di Bumi Kesultanan. (Tim/red)














