SANANA-TM, Upaya Pemkab Kepsul dalam mewujudkan visi-misi Sula bahagia dibawah kepemimpinan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Fifian Ade Ningsih Mus (FAM) terus dilakukan. Namun hal itu tidak berlaku bagi salah satu kepala desa yaitu kepala desa Naflow Kecamatan Mangoli Timur, Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara.
Pasalnya, Kepala Desa Naflow tidak memberikan pelayanan maksimal kepada warganya, bayangkan dalam urusan surat keterangan tidak mampu (SKTM) saja, warga dibuat pusing dengan alasan tidak ada tinta printer. Padahal keberadaan SKTM sangat dibutuhkan untuk meringankan beban biaya pengobatan di RSUD.
Menanggapi hal tersebut, Salah seorang warga Desa Naflow Kecamatan Mangoli Timur meminta Pemkab Kepulauan Sula (Kepsul) segra memanggil dan evaluasi kepala desa Naflow, ini karena sikapnya yang pilih-pilih dalam memberikan pelayanan kepada warga di desa tersebut.
“Kami warga Naflow meminta agar oknum Kepala Desa (Kades) Naflow, Risman Silayar diberhentikan dari jabatannya. Ini karena selama menjabat sebagai Kades, Risman Silayar tidak memberikan pelayanan yang maksimal kepada warganya” ungkap Jamaluddin Fatgehipon kepada teropongmalut.com Selasa (28/3).
Jamaluddin Fatgehipon lantas bercerita, saat ini keluarganya lagi dirawat di rumah sakit, namun pada saat ia hendak meminta surat keterangan tidak mampu (SKTM) didesa Naflo, kepala desa Naflow malah berdalih bahwa tidak ada tinta printer.
“Kami masyarakat Naflow segra menemui Camat Mangoli Timur untuk meminta kepada Camat segra membuat rekomendasi pemberhentian terhadap Kades Naflow Risman Silayar. Sebab, Risman Silayar diduga telah melakukan tindakan yang merugikan masyarakat, urusan hanya bikin SKTM saja Katong dibiking pusing, Bupati Kepsul segra melakukan evaluasi terhadap pemerintahan Desa Naflow, karena tidak mampu memberikan pelayanan secara maksimal kepada warganya,” tandas Jamaluddin Fatgehipon. (DRL/red)
















