Dituding Pungli Dana KTP Warga, Kades Lekokadai Sebut Itu Tidak Benar

  • Share

SULA-TeropongMalut.com, Kepala Desa (Kades) Lekokadai Kecamatan Mangoli Barat Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Amrin La Ode Meko Arham, akhirnya angkat bicara soal tudingan dugaan Pungutan Liar (Pungli) yang tunjukkan terhadapnya.

Seperti yang di keluhkan warga pada media ini, Selasa (09/11/2021) lalu, bahwa Amrin La Ode Meko Arham, diduga sunat dana KTP warga senilai Rp.250.000 per KTP.

Sementara tudingan tersebut, langsung di bantah oleh Amrin La Ode Meko Arham (Kades Leko Kadai). Amrin menuturkan bahwa terkait pungutan liar (pungli) yang di tuduhkan oleh beberapa oknum terhadap dirinya, itu tidak benar.

“Terkait KTP, waktu itu karena bertepatan akan Pemilu, warga sendiri yang meminta saya untuk ambil akan KTP di Sanana. Dan warga sendiri yang kumpul uang lalu kasih ke saya sebagai uang transportasi dan lain-lain”, ungka Kades, Selasa (16/11/2021).

Jadi, kata Kades, apa yang di tudukan ke saya itu tidak benar. Hal ini juga kemarin dorang sudah laporkan saya ke Polres, saya juga sudah di periksa dan saya sampaikan demikian dan hal itu sudah selesai tidak ada apa-apa.

Ia juga menjelaskan bahwa, terkait mereka yang memberikan informasi, itu bukan korban melainkan kelompok pembangkang yang sengaja membius dan membuat keruh kondisi masyarakat di desa.

Sementara terkait dengan dana dana lahan tower, Amrin menyampaikan bahwa, itu adalah hasil konvensi dari masyarakat bersama pejabat. Waktu itu dirinya sedang cuti untuk mencalonkan diri sebagai Kepala Desa.

“Nah karena lahan yang sebelumnya ingin dihibahkan tidak jadi sebab pemilik lahan tidak memberikan persetujuan yakni tidak menandatangani surat hibah,” kata Amrin.

Lanjutnya, untuk menyelamatkan program dan kepentingan masyarakat dan telah disepakati oleh para tokoh melalui keputusan itu dimintakan partisipasi masyarakat yakni per KK Rp.350.000 hasil uang yang dikumpulkan senilai Rp.7.500.000 sementara harga lahan yang mau dibelikan Rp.15.000.000, akhirnya saya yang melunasi sisa uang pembayaran dari pada lahan tersebut senilai Rp.8.000,000. itu karena Camat telah menandatangani rekomendasi lahan tower tersebut sebelum melunasi sisa harga dari lahan yang dibelikan.

“Karena Camat sudah memberikan rekomendasi terkait lahan tower tersebut akhirnya saya yang bertanggung jawab melunasi sisa harga sebesar Rp.8.000,000 ini karena berkaitan dengan hajat masyarakat,”tutur Amrin Kades Lekokadai.

“Masalah ini sebelumnya juga sudah dilaporkan dan Inspektorat Kepulauan Sula pada masa kepemimpinan Kadis kemarin, dan sudah sempat turun ke desa namun tidak ada masalah apapun,” tutupnya. (Rivai/red)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *