Halteng TM.com – Sangat disesalkan sikap premanisme yang dilakukan oleh Kepala Desa Sakam, Fakir Abd Salam dan perangkatnya terhadap ketiga anggota BPD baru-baru ini.
Hal ini terjadi ketika Kades dimintai pertanggung jawaban oleh masyarakat terkait dengan pengelolaan dana desa tahun 2017 dan 2018 yang hingga kini belum dipertanggung jawabkan kehadapan masyarakat melalui rapat umum dan bersifat terbuka.
Sujoyo Samsuddin yang korban penganiayaan Kades Sakam kepada wartawan Kamis, (11/07/2019) siang tadi mengisahkan bahwa penganiayaan itu terjadi tepat didalam rumah Kepala Desa, padahal ini soal menindaklanjuti permintaan masyarakat terkait pertanggung jawaban Kades,” jelasnya.
Karena ada beberapa aitem program dana desa tahun 2017 yang belum dipertanggung jawabkan dihadapan masyarakat melalui rapat umum dan terbuka. Contohnya seperti pengadaan bibit kelapa yang dianggarkan dana desa senilai 30 juta lebih, pengadaan mobiler TK/PAUD senilai 25 juta yang diduga fiktif,”
Belum lagi pengadaan mesin gergajian alias sensor sebanyak 15 unit, tetapi yang dibelanjakan Kades hanya 10 unit, pengadaan 5 unit mesin gantung 15 PK senilai 200 juta, hanya 4 unit saja yang dibelanjakan. Masih banyak lagi yang belum kami laporkan.
“Terkait soal ini sudah kami laporkan ke dinas dan ke Mapolres Halteng. Insan Allah dalam waktu dekat kami susun tambahan aitem pekerjaan tahun 2018 yang tidak sesuai juknis pekerjaan dan saluran,” papar Sujono,” tandasnya.
Terpisah Kepala Desa Sakam Fakir Abd Salam ketika dimintai tanggapan via pesan singkat Kamis, (11/07/2019) sore tadi terkait dengan perihal diatas hingga Kades belum memberikan klarifikasi. (Ode)
















