HALTIM. TeropongMalut.com — Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub, melakukan kunjungan langsung ke Jetty PT JAS di Desa Fayaul, Kecamatan Wasile Selatan, guna menemui Aliansi Masyarakat Budidaya Rumput Laut Bergerak (AMBRUK), dalam rangka meninjau kondisi para pembudidaya rumput laut.
Kunjungan ini merupakan respons atas keluhan warga terkait menurunnya hasil budidaya yang diduga terdampak aktivitas di sekitar jetty perusahaan.
Namun, dalam kunjungan tersebut tidak terlihat adanya perwakilan PT JAS di lokasi, baik dari pihak manajemen maupun petugas yang berjaga.
Dalam dialog bersama masyarakat, Bupati Ubaid Yakub menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menindaklanjuti aspirasi warga melalui koordinasi dengan pihak perusahaan dan instansi terkait.
“Kami hadir untuk mendengar langsung keluhan masyarakat. Pemerintah daerah akan berupaya mencari solusi terbaik agar masyarakat tetap bisa beraktivitas dan mendapatkan haknya,” ujar Bupati
Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya pihak PT JAS melalui Kepala Teknik Tambang telah mengajukan jadwal mediasi pada 4 Mei 2026. Namun, menurutnya, waktu tersebut terlalu lama.
Sehingga Ubaid menegaskan di hadapan massa aksi bahwa PT JAS belum bisa beroperasi sampai mediasi pada tanggal 29 nanti.
“Saya putuskan mediasi dilaksanakan pada 29 April 2026. Pimpinan utama PT JAS harus hadir langsung di Kantor Bupati, bukan lagi diwakili karyawan lapangan,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan AMBRUK, Julfian Wahab, berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret, termasuk membuka hasil uji lingkungan secara transparan serta menyelesaikan kerugian yang dialami petani rumput laut.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal penyelesaian konflik, sekaligus memastikan keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pesisir Desa Fayaul. (Uci)















