“Halsel” GARA-GARA ALKOHOL MENJADI PEMICU KONFLIK REMAJA

Labuha. TM.com, Rabu 05/05/19 sore Pukul 16.13 ketika seluruh warga masyarakat desa Koititi tengah merayakan Lebaran (Hari Raya Idul Fitri) tiba-tiba dikejutkan oleh sekelompok remaja yang saling bentak selang beberapa waktu para remaja itu saling kejar dan memukul satu sama lain.

FOTO : Konflik Remaja Akibat Miras Desa Koititi

Hasil pantauan awak media yang ketika itu berada di lokasi kejadian konflik terjadi dipicu karena pengaruh alkohol sehingga para remaja yang tengah berkelahi itu tidak mampuh mengontrol emosi dan melakukan penyerangan terhadap siapa saja yang di anggap menghalangi niat mereka untuk mencelakai targetnya.

Perkelahian kerapkali terjadi pada saat perayaan Hari Raya baik itu Idul Fitrih maupun Idul Adha hal ini menjadi keresahan seluruh masyarakat khususnya desa Koititi. “bakalai bagini so biasa suda, abis anak-anak saat sholat Id turung dong so mulai bajalang di bawa-bawa kalapa atau basambunyi di ruma-ruma yang dong anggap aman untuk baminum baru dong baminum setelah dong peminuman so abis baru dong mulai bajalang ron ini kampong kong mulai bakalai tong so anggap biasa karna kejadian ini selalu saja terjadi bahkan bukan Cuma dikalangan remaja ada juga satu dua yang so beruma tangga juga ikut terlibat baminum” papar IL saat dikomfirmasi awak media yang ketika itu berada di lokasi kejadian.

Maraknya remaja yang mengonsumsi alkohol dikarenakan bebasnya pula para penjual yang seakan tak ada batasan atau alur hukum yang mengikat mereka sebagai Produsen sehingga mereka bebas membuat dan bahkan menjualnya.

Hal ini menjadi perhatian khusus pemerintah desa hanya saja kewenangan pemerintah desa sangat terbatas dalam hal memusnakan dan atau mengurangi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab itu.

Untuk sementara ini hanya himbauanlah yang bisa di lakukan pemerintah desa kepada para orang tua untuk mengawasi pergaulan anak-anak mereka dan sangat mengharapkan perhatian khusus terhadap persoalan ini kepada pihak yang berwenang (Kepolisian Setempat).

“Kami sangat mengharapkan kerja sama dan perhatian khusus dari pihak kepolisian dalam hal menangani persoalan minuman keras ini dan untuk melakukan pencegahan kita harus memulai dari sumbernya, hal inilah yang tidak mampuh dijangkau oleh kami tapi, untuk mencegah perkelahian ini terjadi pemerintah desa sudah sampai tingkat mengumumkan di masjid ketika jum’at kedua di bulan ramadhan kami menghimbau kepada para orangtua untuk lebih mengontrol anak remaja mereka dalam hal pergaulan. Karna untuk sementara ini kami hanya bisa melakukan hal itu” papar Udin Hi. Ibrahim (Sekertaris Desa Koititi)saat di konfirmasi awak media di rumahnya 06/05/19. (Nawir)

IMG-20260420-WA0020
previous arrow
next arrow
IMG-20260423-WA0117
previous arrow
next arrow
images - 2026-04-22T235051.720
previous arrow
next arrow
FB_IMG_1776869755543
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *