Jejak Arsip PUPR yang Dirampas Penjajah, Kadis Halteng Angkat Bicara

HALTENG — Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Halmahera Tengah, Ir. Hi. Arief Jalaludin, kembali mengangkat sejarah hilangnya sejumlah dokumen teknis pekerjaan umum pada masa penjajahan Belanda dan Jepang. Kenangan kelam itu ia sampaikan di ruang kerjanya, Selasa, 2 Desember 2025 di hadapan awak media.

Arief menjelaskan, dokumen yang kini berada di bawah kewenangan Kementerian PUPR merupakan naskah strategis yang pernah menjadi peta jalan pembangunan Nusantara sebelum dikuasai kolonial. Saat masa pendudukan, Belanda dan Jepang merampas arsip vital berupa peta, data jaringan jalan, rel kereta api, jembatan, pelabuhan, sistem irigasi, hingga dokumen perencanaan lainnya.

Menurutnya, arsip tersebut bukan sekadar catatan administrasi, tetapi rujukan teknis yang digunakan penjajah untuk kepentingan militer, logistik, dan eksploitasi sumber daya alam. Jepang, misalnya, memanfaatkan dokumen pengairan dan perkebunan untuk menunjang operasi perang dan distribusi komoditas. Sementara Belanda memanfaatkan data infrastruktur untuk mempertahankan kontrol administratif, bahkan setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.

“Perampasan arsip itu bukan sekadar pengambilalihan data, tetapi penyobekan halaman sejarah. Dokumen-dokumen tersebut merupakan aset intelijen dan operasional yang sangat berharga pada masa itu. Kehilangannya meninggalkan luka sejarah sekaligus menjadi tantangan rekonstruksi data teknis hari ini,” ujarnya.

Arief mengatakan, refleksi sejarah ini penting untuk menyambut peringatan Hari Bakti Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang jatuh pada 3 Desember. Peringatan ini berakar pada peristiwa pertempuran di Gedung Sate, Bandung, pada 1945, ketika tujuh pemuda gugur mempertahankan gedung Departemen Pekerjaan Umum.

Menurutnya, Hari Bakti PUPR bukan hanya seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mengenang pengorbanan para pahlawan sekaligus meneguhkan komitmen insan PUPR dalam membangun infrastruktur untuk kesejahteraan rakyat.

Tahun ini, Dinas PUPR Halmahera Tengah akan memperingati Hari Bakti PUPR pada Rabu, 3 Desember 2025, di wilayah Patani Utara. Berbagai lomba akan digelar dan peserta dengan nilai tertinggi akan memperoleh penghargaan.

Arief berharap pemahaman sejarah dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda dan pemangku kebijakan untuk menjaga arsip, dokumentasi teknis, serta jejak perjalanan pembangunan sebagai fondasi perencanaan jangka panjang. (Odhe/Red)

IMG-20260420-WA0020
previous arrow
next arrow
IMG-20260423-WA0117
previous arrow
next arrow
images - 2026-04-22T235051.720
previous arrow
next arrow
FB_IMG_1776869755543
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *