SANANA-TM,Guna menindaklanjuti surat pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Sula yaitu pegelaran lomba festival Ela Ela menyambut malam Lailatul Qadar di seluruh desa dalam wilayah kabupaten kepulauan Sula (Kepsul). Pemerintah Desa Pohea kecamatan Sanana Utara menyambut baik dengan mempersiapkan peralatan Ela-Ela secara tradisional.
Kepala Desa Pohea Rudi Duwila kepada teropongmalut.com menyampaikan, malam Ela-Ela merupakan tradisi turun temurun dalam rangka menyambut malam lailatul qadar yang sudah mendarah daging bagi umat Islam di kabupaten kepulauan Sula.
Namun kali ini sedikit berbeda karena Pemkab Kepsul mengemasnya dalam bentuk perlombaan Ela Ela. “kami pemdes pohea menyambut baik lomba Ela-Ela dan kami minta agar penilaian secara objektif alias tidak pilih kasih,” kata kades pohea kepada media ini Kamis (28/4).
Festival ela-ela ini kata Rudi Duwila merupakan tempat bagaimana mengembangkan budaya lokal di tengah pengaruh budaya luar dalam rangka menumbuhkan karakter jati diri masyakat Kepulauan Sula yang dilandasi dengan semangat keagamaan dan keberagaman yang dibingkai dengan nilai-nilai adat.
“Festival Ela-Ela sangat memberikan nilai positif kepada masyarakat dan generasi saat ini, dengan begitu pemdes pohea dan masyarakat optimis pohea tidak menutup kemungkinan keluar sebagai juara.
Ini karena antusias warga dan pemerintah desa mempersiapkan lomba Ela-Ela dengan peralatan tradisional,” pungkas Rudi Duwila. (DRL/red)

















