Sofifi | Teropongmalut.com, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Provinsi Maluku Utara Sahril Tahir, menilai mimpi Presiden Jokowi untuk menjadikan Ibu Kota Provinsi Maluku Utara Sofifi, salah satu Kota Baru di Indonesia, merupakan mimpi yang sulit untuk diwujudkan. Mengapa demikian, sebab sudah hampir lima tahun mimpi Sofifi sebagai Kota baru belum memiliki blue print (Cetak Biru) seperti apa dan Bagaimana itu Kota Baru Sofifi. Demikian dijelaskan Sahril Tahir, kepada Teropong Malut.com di Kantor DPD Gerindra Provinsi Malut di Kompleks Pohon Pala, Kota Ternate Senin (30/12).
“Sejak tahun 2016 lalu Sofifi ditetapkan oleh Presiden Jokowi sebagai salah satu Kota Baru di Indonesia. Namun sampai akhir 2019 masuk 2020 ini kita belum lihat blue print Sofifi sebagai Kota Baru, jadi bagi saya ini hanya mimpi yang sulit untuk diwujudkan dan terancam menjadi kenangan” Jelas Sahril Tahir.
Menurut Sahril, terdapat beberapa penyebab kenapa Kota Baru Sofifi tidak bisa direalisasikan, yang pertama pemerintah provinsi malut tidak mampu menindak lanjuti arahan presiden jokowi, yang kedua, pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PU dan Bappenas melihat sebelah mata provinsi malut dan yang ketiga adalah tidak sinkron dan tidak bersinergi antara wakil provinsi malut di DPR-RI dan DPD-RI dengan Pemerintah Provinsi Malut. Akibatnya tidak ada kebijakan anggaran dan politik untuk Malut di DPR-RI maupun DPD-RI.
“Jadi jika pemerintah provinsi dalam hal ini Pak Gubernur AGK tidak mampu lagi merealisasikan janjinya untuk menjadikan Sofifi sebagai Kota Baru, maka Kota Baru Sofifi mungkin nanti tinggal kenangan” begitu kata Sahril Tahir. (Dar)
















