Maba Teropongmalut.com – Kota maba adalah ibu kota Kabupaten Halmahera Timur yang terletak di Provinsi Maluku Utara tepatnya di pulau Halmahera saat ini di jadikan kandang sapi oleh para oknum peternak sapi.
Rancangan Peraturan Daerah (perda) tentang penertiban ternak terutama ternak sapi di Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) rupanya hanya sekedar pelengkap Program oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Haltim, pasalnya, Ranperda yang menurut Kepala Dinas Pertanian Din Adjision beberapa waktu lalu telah diajukan ke DPRD Haltim untuk diuji dan disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) ternak hingga kini tak kunjung rampung.
Para peternak sapi melepaskan dan membiarkan sapi – sapi tersebut sehingga berkeliaran di keramaiyan dan berjalan melintasi sepanjang jalan raya dari depan RSUD kota maba sampai depan kediaman perumahan Sekertaris Daerah (Setda) Kabupaten Halmahera Timur, yang bisa merusak dan mengotori lingkungan tata ruang kota serta menjadi sorotan publik bagi masyarakat setempat maupun di luar daerah haltim.
Menurut sejumlah Warga Kota Maba, di Kota Maba terutama di kawasan Pusat Pemerintahan Halmahera Timur terlihat peliharaan ternak sapi yang lalu lalang dalam Kota dan ini tentunya mengganggu kenyamanan pengendara yang beraktifitas dalam Kota juga sangat mengganggu faktor kebersihan lingkungan lantaran karena sapi – sapi tersebut membuang kotoranya di badan jalan raya.
Dari pantawan wartawan teropong, “bahwa ini adalah bukan lagi yang pertama kaliya tapi sudah sekian kalinya kelalaian dari para peternak sapi yang mampuh bertanggung jawab dalam mengurus dan merawat peternakan tersebut serta dinas terkait yakni Dinas Pertanian dan Peternakan yang mungkin sampai saat ini tidak mensosialisasikan tata cara menjaga dan memelihara ternak tersebut, sehingga sapi – sapi tersebut berkeliaran di dalam areal tata kota maba yang bisa merusak dan mengotori pemandangan tata kota serta bisa membahayakan bagi pengendaraan bermotor roda 4 (empat) maupun roda 2 (dua).
Kepada wartawan Bahrudin Parangi salah satu warga setempat mengatakan “Saya juga sempat melihat ada beberpa puluhan ekor sapi tersebut saat saya mau ke tempat kerja saya, yang dimana saya juga melintasi jalan tersebut karena saya mau ke sekretariatan Garda Merah Putih (GMP) searah dengan RSUD kota maba,” bebernya.
Lanjut Bahrudin “Saya juga sempat merasa sesal dan tak nyaman saat saya melintasi jalan tersebut hampir saya terjatuh dari motor karena kaget melihat sapi tersebut tiba – tiba melintas dan memotong jalan, Harapan saya kepada pemda khususnya Dinas Peternakan agar bisa dapat mensosialisasikan bagaimana cara menjaga ternak dan melakukan penertiban kepada seluruh para peternak sapi sesuai dengan apa yang sudah di sahkan menjadi peraturan daerah (perda), agar jangan terulang kembali yang ke sekian kalinya lagi,” tutupnya. (Pul)














