SANANA-TM,Pemkab Kepsul menyusun strategi agar lepas dari predikat daerah tertinggal. Di usia yang menginjak 20 tahun pada 31 mei mendatang, Pemkab berambisi membawa Kepsul lebih maju lagi.hal ini tidak terlepas dari predikat Kepsul yang masuk dalam 25 kabupaten prioritas pengentasan daerah tertinggal tahun 2020-2024.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) kabupaten kepulauan Sula (Kepsul) Sahjuan Fatgehipon menyebut, kabupaten kepulauan Sula (Kepsul) masuk dalam pementasan 25 kategori daerah tertinggal tahun 2024 mendatang.hal ini membuat pemkab terus memutar otak termasuk menemui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) RI.
,”Kami sudah siapkan perencanaan yang sudah sangat baik dan bermanfaat bagi masyarakat, Sekarang tinggal implementasinya,” ujar Sahjuan kepada wartawan Kamis (30/3).
Sahjuan yang juga diberi kepercayaan sebagai Ketua Panitia Festival Tanjung Waka tahun lalu itu menegaskan, Perencanaan pemkab Kepsul bukan tanpa alasan, pasalnya saat ini rombongan pemkab rame-rame menemui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS). Tercatat sudah dua kali agenda pemkab dengan BAPPENAS, Sebelumnya rombongan pemkab temui Kasubdit bidang sarana, prasarana dan transportasi BAPPENAS RI.Pemkab kemudian kembali Rapat dengan BAPPENAS, kali ini giliran Direktur Regional III Bappenas untuk membahas terkait Pembangunan Konektifitas Infrastruktur Kabupaten Kepulauan Sula dan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2024.
Sahjuan bilang, Kabupaten Kepulauan Sula saat ini memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 63,64. Dengan begitu pihaknya tinggal genjot pembangunan di semua sektor, menumbuh kembangkan ekonomi,”Kita di Sula memiliki IPM 63,64 untuk itu kita temui BAPPENAS agar semua Perencanaan bisa terjawab sehingga Kepsul keluar dari kategori daerah tertinggal tahun 2024 nanti”Tutup Kepala BAPPEDA Kepsul Sahjuan Fatgehipon. (DRL)
















