HALTENG — Pemerintah Daerah Halmahera Tengah menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat melalui kunjungan langsung ke Desa Sibenpopo, Jumat (17/4/2026), usai pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Desa Banemo.
Dipimpin Bupati Ikram Malan Sangadji, didampingi Wakil Bupati Ahlan Djumadil dan Sekretaris Daerah Bahri Sudirman, kunjungan ini tidak sekadar seremonial, melainkan ruang dialog terbuka antara pemerintah dan warga. Aspirasi masyarakat pun mengalir lugas, mulai dari kebutuhan dasar rumah tangga hingga perlengkapan olahraga bagi generasi muda.
Respons pemerintah terukur dan cepat. Bantuan disalurkan sesuai kebutuhan riil warga, menegaskan pendekatan berbasis empati dan data lapangan. Tidak hanya itu, santunan duka bagi keluarga korban serta insentif bagi tokoh keagamaan turut diberikan sebagai bagian dari penguatan sosial masyarakat.
Di balik bantuan yang diserahkan, tersimpan pesan yang lebih dalam untuk membangun kembali kepercayaan dan menata ulang harmoni sosial. Bupati menegaskan bahwa perdamaian yang diharapkan bukanlah hasil dari tekanan keamanan, melainkan tumbuh dari kesadaran kolektif masyarakat.
“Perdamaian sejati lahir dari hati masyarakat, bukan karena kehadiran aparat semata,” ujarnya, menandai arah kebijakan penarikan bertahap pasukan keamanan dari wilayah tersebut.
Langkah ini diiringi dengan program pemulihan menyeluruh, mulai dari pembangunan rumah hingga perbaikan infrastruktur desa. Pemerintah juga mendorong partisipasi aktif warga dalam menjaga stabilitas lingkungan, termasuk kewaspadaan terhadap potensi provokasi.
Sebagai bagian dari strategi pemulihan sosial ekonomi, Pemda Halteng meningkatkan insentif bagi kelompok rentan lansia, janda, ibu hamil dan menyusui, penyandang disabilitas, serta anak yatim piatu. Khusus warga Sibenpopo, bantuan diberikan dengan nilai dua kali lipat sebagai bentuk afirmasi pemulihan.
Lebih dari sekadar distribusi bantuan, kehadiran pemerintah juga diwujudkan melalui kerja bakti bersama warga untuk membangun fondasi rumah, membersihkan lingkungan, hingga memulihkan ruang hidup secara kolektif.
Kunjungan ini menjadi penanda bahwa pemulihan pascakonflik tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang merawat harapan. Dari Sibenpopo, pesan itu mengalir, bahwa perdamaian adalah proses bersama, yang dirawat dengan kepedulian, partisipasi, dan keberlanjutan. (Odhe/Red)






















