Pencemaran Lingkungan Aliansi Petani Fayaul Palang Jety PT Jaya Abadi Semesta (JAS) Akibat Limbah

HALTIM, TeropongMalut — Aksi pemalangan kembali terjadi di kawasan industri pesisir. Aliansi Petani Rumput Laut Desa Fayaul resmi memblokade Jety PT Jaya Abadi Semesta (JAS) di Desa Nanas, Kecamatan Wasile Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, pada Minggu (21/12/2025) pukul 15.00 WIT, sebagai bentuk protes terhadap belum disampaikannya hasil verifikasi dan uji laboratorium rumput laut yang dijanjikan perusahaan. Senin (22/12/25)

Aksi tersebut dipimpin oleh Koordinator Lapangan, Zulfian Wahab, dan ditandai dengan pendirian satu unit tenda di area jety sebagai simbol kekecewaan dan bentuk tekanan agar perusahaan segera memberikan kejelasan.

Kronologi Aksi

Berdasarkan informasi lapangan, perwakilan masyarakat petani rumput laut Desa Fayaul telah mendatangi kantor PT JAS pada pukul 10.00–11.00 WIT untuk menanyakan perkembangan hasil verifikasi dan uji laboratorium yang dijanjikan selesai dalam satu minggu sejak 13 Desember 2025.

Namun, setelah menunggu selama satu jam, tidak ada pihak perusahaan yang menemui mereka. Hal ini membuat para perwakilan kembali ke desa untuk melaporkan kepada masyarakat bahwa PT JAS tidak memberikan respons.

Kekecewaan itu memuncak ketika masyarakat memutuskan melakukan pemalangan pada pukul 15.00 WIT dengan mendirikan tenda di areal jety, sebagai bentuk protes lanjutan hingga pihak perusahaan bersedia memberikan keterangan resmi terkait hasil uji dampak limbah terhadap rumput laut milik petani.

Hingga berita ini diturunkan, aksi pemalangan masih berlangsung. Aliansi menyatakan tidak akan membubarkan diri sampai PT JAS memberikan hasil uji laboratorium sesuai janji.

Latar Belakang Tuntutan

Aksi ini dipicu oleh pernyataan resmi yang disampaikan Humas PT JAS, Stevi, pada 13 Desember 2025. Saat itu, Humas berkomitmen bahwa hasil verifikasi dan uji laboratorium rumput laut terdampak limbah akan diserahkan maksimal pada Sabtu, 20 Desember 2025.

Namun, hingga batas waktu tersebut berlalu, belum ada kejelasan yang diberikan kepada masyarakat sehingga memicu aksi pemalangan.

Suara Masyarakat

Menurut Aliansi Petani, aksi ini bukan bertujuan mengganggu operasi perusahaan secara permanen, melainkan menuntut transparansi dan tanggung jawab atas dampak lingkungan yang diduga mempengaruhi budidaya rumput laut mereka.

“Selama hasil laboratorium belum diberikan, aksi ini akan tetap berlangsung. Kami hanya ingin kepastian dan keadilan,” ujar salah satu anggota aliansi di lokasi pemalangan.

Harapan dan Seruan Penyelesaian

Aksi pemalangan ini menjadi sinyal tegas bahwa masyarakat pesisir menuntut keterbukaan serta penghargaan terhadap hak mereka sebagai petani rumput laut. Dialog, transparansi, dan penyelesaian persuasif diharapkan menjadi langkah yang ditempuh perusahaan untuk meredam konflik.

Pemerintah daerah dan aparat keamanan diminta hadir sebagai mediator menjaga kondusivitas, mengingat aksi berpotensi berlanjut apabila tuntutan masyarakat tidak segera ditanggapi.

IMG-20260420-WA0020
previous arrow
next arrow
IMG-20260423-WA0117
previous arrow
next arrow
images - 2026-04-22T235051.720
previous arrow
next arrow
FB_IMG_1776869755543
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *