PW GPK dan DPW PPP Provinsi Malut Gelar Diskusi Publik tentang Bahaya Politik Uang kepada Masyarakat 

Ternate-TeropongMalut.com, Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ka’bah PW Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (DPW PPP) Provinsi Maluku Utara pada Jumat 6/10/2023 pukul 20:30 WIT, menggelar Dialog Publik dengan Tema “Bahaya Politik Uang dan Dampaknya Bagi Masyarakat”

Dialog publik itu menghadirkan mendatangkan mantan Ketua KPU Provinsi Malut, Syahrani Somadayo,ST dan Ketua DPW PPP Malut Mubin A. Wahid M.HM.

Dialog yang digelar di Kelurahan Sasa, Kecamatan Kota Ternate Selatan itu mendapat sambutan yang hangat dari warga Sasa.

Mubin A.Wahid menjelaskan money politik secara defenisi merupakan langkah untuk mempengruhi orang lain, dengan menggunakan imbalan tertentu bisa berupa uang maupun materi lainnya baik diserahkan langsung maupun dijanjikan.

“Pemilu merupakan sarana untuk mewujudkan kedaulatan rakyat. Sehingga money politik (politik uang) jika dilakukan oleh oknum yang tidak bermoral maka sangat merusak demokrasi kita, karena itu sanksi untuk pelaku politik uang atau dengan kata lain mempengaruhi pilihan masyarakat dengan memberikan uang atau janji maka pelakunya diancam pidana sebagaimana diatur dalam undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu” jelas Mubin.

foto: Peserta Dialog Publik Bahaya Politik Uang dan Dampaknya bagi Masyarakat.

Adapun dampak politik uang lanjut Mubin sangat berbahaya. Sebab jika kita pilih pemimpin dengan cara money politik yakni memilih karena mendapatkan imbalan, maka dipastikan pemimpin yang kita pilih merupakan pemimpin yang tidak baik.

“Saya anggota DPRD Kota Ternate  4 priode, Alhamdulillah kondisi itu harus dihindari sehingga pada saat terpilih kami melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik yakni berjuang demi kemaslahatan masyarakat,” jelas Mubin.

Bahaya Money politik adalah melahirkan pemimpin atau wakil rakyat yang tidak memperjuangkan kepentingan rakyat. Untuk itu bahaya Money politik harus terus disosialisasikan kepada masyarakat, dan para caleg-caleg agar mereka mengerti dan mengetahui dampak negatif dari politik uang.

“Oleh karena itu dialog publik yang digelar GPK dan PPP Malut adalah bagian dari edukasi masyarakat sehingga menciptakan pemilu yang transparan dan proposional,” jelasnya.

Sementara itu Sahrani Somadayo, ST menjelaskan dalam terdapat tiga komponen yaitu penyelenggara pemilu, peserta pemilu dan pemilih. 

“Yang membuat pemilu itu melahirkan pemimpin yang baik atau pemimpin yang buruk semuanya terpulang pada tiga komponen itu. Jika penyelenggara pemilunya sudah baik, namun peserta pemilu mencoba mempengaruhi pilihan pemilih dengan uang atau materi lainnya maka kualitas demokrasi kita akan tidak baik, begitu sebaliknya. Untuk itu semua komponen harus pro aktif memiliki komitmen yang kuat untuk menolak politik uang sehingga kualitas demokrasi kita semakin baik,” jelas Sahrani Somadayo.

Pemimpin yang korup lanjut Sahrani merupakan cerminan dari perilaku masyarakat. “Untuk itu masyarakat harus terus kita berikan pemahaman tentang politik yang baik dan benar sehingga kualitas demokrasi kita dari pemilu ke pemilu semakin baik,” jelas Sahrani. (Tamsil/red)

IMG-20260525-WA0024
previous arrow
next arrow
IMG-20260524-WA0021
previous arrow
next arrow
IMG-20260525-WA0027
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *