Ternate-TeropongMalut.com, Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara Husni Bopeng melakukan reses di Kelurahan Salahuddin untuk menyerap aspirasi masyarakat di Kelurahan itu. Reses yang dilakukan pada Sabtu 27 September 2025 itu dihadiri puluhan warga yang didominasi kaum perempuan atau ibu-ibu rumah tangga itu mereka menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Husni Bopeng dan meminta Husni Bopeng agar memperjuangkan aspirasi mereka hingga bisa realisasikan.
Diantara aspirasi warga Salahuddin yang disampaikan adalah untuk bidang ekonomi adalah peralatan untuk menunjang usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Untuk bidang keagamaan warga di RT 2 meminta karpet untuk TPQ sebab karpet yang ada saat ini kondisinya sudah tua dan tidak layak pakai lagi.
Bidang sarana dan prasarana warga meminta agar Husni Bopeng membantu perjuangkan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Perbaikan jalan raya yang sudah rusak. Sebab jalan rusak sering memincu terjadinya kecelakaan.
Menanggapi aspirasi yang disampaikan warga Salahuddin, Husni Bopeng menyampaikan bahwa ia sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Malut juga sebagai koordinator Komisi II yang membidangi Ekonomi dan Keuangan.
Untuk itu ia memfokuskan program pemberdayaan masyarakat terutama UMKM seperti perbengkelan dengan memberikan bantuan peralatan perbengkelan lengkap, peralatan penunjang usaha UMKM seperti usaha jualan roti dan kue-kue lainnya.
“Kenapa saya fokus kepada pemberdayaan, karena pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk menekan angka pengangguran dan menciptakan lapangan kerja,” Jelas Husni Bopeng.
Husni berjanji bakal mengakomodir dan memperjuangkan aspirasi yang disampaikan warga sehingga bisa membantu perekonomian masyarakat di Kelurahan Salahuddin dan Kota Ternate pada umumnya.
Reses di Kelurahan Salahuddin merupakan permintaan warga dan merupakan reses untuk pertama kalinya dilakukan oleh Husni Bopeng.
Wanita yang murah senyum itu menekankan agar warga yang menerima bantuan nanti agar menjaga dan menggunakan secara baik sehingga menopang perekonomian keluarga. (Tim/red)
















