Penulis : Odhe
Editor : Redaksi
Halteng, Teropong malut.com – Hidup di zaman modern sekarang ini banyak orang bilang bahwa uang adalah segalanya. Uang raja dunia. Sebab tak ada uang membuat orang jadi pusing tetapi kalau ada uang banyak kadang lebih pusing lagi.
Persepsi banyak uang membuat orang itu hidup dengan tenang dan nyaman bahkan bisa berbuat banyak. Namun, sebagian orang berpendapat banyak harta dan uang milyaran rupiah sekalipun justru tak menjamin hidup seseorang itu merasa tenang dan nyaman.
Apa lagi uang dan harta yang diperoleh itu bersumber dari rampasan hak-hak orang lain alias warga masyarakat kecil. Berharta dan banyak uang yang membuat ketenangan dalam hidup manusia adalah mengedepankan rasa syukur yang tinggi dan tetap Istiqomah agar sedikit harta dan uang menjadi berkah untuk kita dan keluarga.
Sebab, akibat terlalu banyak uang yang hasilnya dari menghalalkan segala cara itulah yang menjadi malapetaka bagi diri sendiri dan keluarga. Pasalnya adalah, saat ini jumlah menjadi seorang tersangka dalam tersandung berbagai perkara tindakan pidana makin menjadi. Jika sudah begini, maka sudah tentu keluargalah yang menerima resikonya.
Untuk itu marilah kita bercermin diri untuk membenahi diri kita. Karena hidup adalah pilihan maka pilihlah hidup yang tak menyusahkan orang lain, karena suatu kelak engkau menyusahkan dirimu sendiri.
Manusia memang tidak dapat menghindari masalah keuangan. Akan tetapi, kita dapat berkompromi dan mengatasi masalah keuangan.
Pusing dan stres soal uang biasanya dihadapi ketika alami krisis keuangan dan memiliki penghasilan rendah. Meski demikian, seseorang punya uang banyak juga tak lepas dari masalah. Bahkan penyebab utama stres soal uang yang dihadapi orang kaya yaitu ketakutan. Mereka khawatir apakah uang yang dimiliki cukup dan apakah melakukan hal salah dengan uang yang dimiliki.
Rasa takut itu mempengaruhi setiap individu. Jadi tidak ada yang kebal terhadap tekanan keuangan. Oleh sebabnya, berpikirlah bahwa seisi alam ini hanyalah sebuah titipan oleh yang punya. Ibarat hidup seorang tukang parkir yang setiap hari mengurus banyak kendaraan tetapi tidak sombong karena semua itu hanyalah titipan semata.
Tak hanya itu, Google juga bilang jagalah kepercayaan warga masyarakat karena itu emas. Kalau kita sia-siakan kepercayaan itu maka sama halnya kita telah melepaskan emas, intan permata dari genggaman tangan kita.














