SULA-TeropongMalut.com, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub), Kepulauan Sula (Kepsul) Chairullah Mahdi pada, Jum’at (01/04) kemarin, menggelar rapat bersama sejumlah perwakilan sopir angkot.
Rapat tersebut digelar, lantaran para sopir angkot menuntut agar pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Kepulauan Sula (Kepsul) dapat menaikan tarif angkutan umum.
Dalam rapat tersebut, terlihat para sopir angkot melontarkan beberapa keluhan di antaranya, akibat dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi lebih mahal sehingga dapat berefek buruk bagi pendapatan para sopir.
Menanggapi keluhan itu, Kadishub Kepulauan Sula (Kepsul), Chairullah Mahdi, menyampaikan bahwa, keluhan ini akan diterima dan ditindak lanjuti, mengingat ini juga merupak hal serius yang harus di selesaikan.
“Kenaikan BBM ini tentunya akan berdampak buruk bagi pendapatan para sopir angkot, sehingga pasasi angkot ini harus di atur untuk menyesuaikan, agar tidak berdampak buruk bagi para sopir”, ungkapnya sa’at di wawancarai awak media pada, Sabtu (02/04/2022).
Karna, lanjut dia, pasasi angkot yang berlaku selama ini adalah pasasi angkot yang diputuskan dari tahun 2015 dan 2016, sehingga perlu di adakan penyesuaian kembali mengingat BBM juga sudah naik kurang lebih sudah 4 kali, dan bahkan ini yang ke 5 kali.
Kata dia, penyesuain pasasi ini di lakukan guna untuk meringankan beban para sopir angkot terkait dengan ongkos minyak, dan para penumpangpun yang naikpun dapat menerina pelayanan secara baik.
“Untuk penetapan pasasinya sa’at ini masih dirancang dan Insya’allah akan kami selesaikan dalam waktu dekat, kemudian kita kembali rapat bersama para sopir untuk disepakati”, ucapnya. (Fai/red)
















