Tanpa DOB Sofifi, Kota Tikep Tetap Ibu Kota Provinsi

Ternate TM.com – Terkait dengan pernyataan Wakil Gubernur Malut Ir Hi M Al Yasin Ali tentang Daerah Otonom Baru (DOB) Sofifi Tidore Kepulauan (Tikep) untuk menjadi Ibu Kota Provinsi Maluku Utara mendapat tanggapan dari salah satu Tokoh Masyarakat Kota Tidore Kepulauan (Tikep) Hi Mansur.

FOTO : Hi. Mansyur Tokoh Masyarakat Makean Kayoa dan Tidore

Teruntuk Pemprov Malut yang berencana membentuk tim percepatan pemekaran Sofifi sebagai Ibu Kota Provinsi menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) dan terpisah dari daerah induknya Kota Tidore Kepulauan, sepertinya harus ditinjau kembali. Sebab, Tanpa DOB, suka tidak suka Kota Tikep tetap Ibu Kota Provinsi,” tandasnya.

Selain itu lanjut Hi Mansur, Pemerintah Tikep dan DPRD Kota Tikep serta sebagian masyarakat tidak merespon Sofifi terpisah dari Tikep. Apa lagi Pemprov Malut sudah memperjuangkan pemekaran Sofifi menjadi DOB sejak empat tahun terakhir ini tetapi selalu mengalami hambatan meskipun sudah mendapat persetujuan dari Kemendagri.

“Dan ini terkendala karena tidak adanya persetujuan dari Pemkot Tidore dan DPRD Kota Tidore Kepulauan sebagai daerah induk. Kami masyarakat tidak butuh kalian bertengkar di media masa, yang masyarakat butuhkan adalah kerja, kerja dan kerja,” lanjutnya.

Pro kontra DOB Sofifi dan agar terhindar dari dampak sosial yang akan terjadi mendingan Tikep di jadikan sebagai Ibu Kota Provinsi kan selesai,” imbuhnya.

Mestinya Pemerintah mendorong dan menciptakan Kota Kembar di Provinisi Maluku Utara ini agar perputaran ekonomi masyarakat bisa terjangkau, namun sejauh ini Pemerintah tak pernah berpikir kearah itu. Jadi Tikep dijadikan sebagai Ibu Kota Provinsi, Ternate sebagai Kota Madya baru kemudian pembangunan jembatan penyebrangan Tidore Ternate dan Sofifi.

“Madura yang tidak memiliki potensi pertambangan saja bisa membuat jembatan penghubung antara Pulau Jawa dan Pulau Madura (suramadu) secara Nasional dengan panjang 5.348 meter saja bisa, sementara Provinsi Maluku Utara yang memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah masak tidak mampu membangun jembatan penghubung antara Sofifi -Tidore – Ternate dan bila perlu Pulau Makean, Moti, Mataram dan Hiri sekaligus Labuha dan Saketa,” tandasnya. (Ode/Red)

IMG-20260420-WA0020
previous arrow
next arrow
IMG-20260423-WA0117
previous arrow
next arrow
images - 2026-04-22T235051.720
previous arrow
next arrow
FB_IMG_1776869755543
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *