Reporter : Odhe
Editor : Redaksi
HALTENG, Teropongmalut.com – Dalam rangka stabilitas pasokan harga pangan di Kabupaten Halmahera Tengah, Pemda Halteng Pj. Bupati Ir. Ikram Malan Sangadji, M.Si setiap bulan melaksanakan pasar murah guna mewujudkan ketahanan pangan Nasional berbasis kedaulatan dan kemandirian pangan yang tangguh dan berkelanjutan untuk rakyat Indonesia dan khususnya rakyat Halmahera Tengah.
Pemda Halteng melalui Tim Inflasinya gencar melakukan penguatan ketersediaan dan cadangan pangan dalam rangka memantapkan stabilitas pasokan dan harga pangan, mengentaskan kerawanan pangan dan gizi, menjamin keamanan dan mutu pangan segar, mengoptimalkan pemanfaatan pangan dan gizi yang berkualitas untuk hidup sehat, aktif dan produktif, mengelola Badan Pangan Nasional yang bersih, efektif dan terpercaya.
Hal ini disampaikan Pj. Bupati Halteng, Ir. Ikram Malan Sangadji, M.Si kepada media Sabtu tanggal 30 Desember 2023 pukul 11.45 WIT di pasar rakyat di desa Fidi Jaya Kecamatan Weda Kabupaten Halmahera Tengah.
IMS mengaku Pemda Halteng menggelontorkan Rp 1,5 milyar anggaran untuk rakyat Kabupaten Halmahera Tengah melalui, pengembangan sektor Pertanian dan Ketahanan Pangan sekaligus UMKM untuk mendorong lima program prioritas,” tandasnya.
“Langkah strategi pemulihan ekonomi tersebut kami jalankan merupakan terobosan dalam rangka memantapkan stabilitas pasokan dan harga pangan mulai dari tomat, rica nona, rica keriting, telur, minyak kelapa (Bimoli) dan bawang merah.
Adapun komoditi yang dijual dengan murah diantaranya, tomat sebanyak 703 kilo gram untuk 19 lapak, untuk cabe sebanyak 665 kilo gram kepada 19 lapak, sementara Karibi 950 kilo gram untuk 19 lapak, minyak bimoli 115 liter untuk 13 lapak dan telur 91 rak untuk 13 lapak.
Gerakan pangan murah dalam rangka stabilitas pasokan harga pangan ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan dan cadangan pangan yang bersumber dari produksi warga lokal, memperkuat sistem logistik pangan, menurunkan daerah rentan rawan pangan dan masyarakat yang tidak berkecukupan pangan dan gizi, meningkatkan konsumsi pangan masyarakat yang beragam dan bergizi seimbang berbasis potensi sumberdaya lokal.
Selain itu, meningkatkan jaminan keamanan dan mutu pangan segar, meningkatkan tata kelola organisasi Badan Pangan Nasional dalam mewujudkan organisasi yang transparan, akuntabel, profesional dan berintegritas tinggi dalam memberikan layanan kepada masyarakat,” ujarnya.
















