TEROPONGMALUT.COM – Wakil Bupati Halmahera Tengah (Halteng), Ahlan Djumadil, secara resmi menyampaikan Nota Keuangan dan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P) Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Halteng, Selasa (29/7/2025).
Dalam pidatonya, Wabup menegaskan bahwa APBD-Perubahan 2025 merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama terkait prioritas plafon anggaran yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat. Namun ia mengingatkan, waktu pelaksanaan program hanya tersisa 3-4 bulan, sehingga dibutuhkan kerja cepat, efisien, dan pengawasan ketat agar hasilnya benar-benar dirasakan publik.
“APBD bukan sekadar dokumen angka, tapi harus melahirkan dampak nyata bagi masyarakat. Alokasi program harus lebih mengutamakan kebutuhan rakyat ketimbang perjalanan dinas atau belanja birokratis yang tak produktif,” tegasnya.
Ia menyoroti masih adanya pola belanja yang lebih condong pada kepentingan internal dibanding kepentingan pemberdayaan masyarakat, meskipun pemerintah telah mengalokasikan tunjangan tambahan bagi ASN dan PPPK.
Pada APBD-Perubahan 2025, terdapat penambahan anggaran sebesar Rp123 miliar lebih. Dana ini diarahkan untuk berbagai sektor prioritas seperti infrastruktur, rumah ibadah, perumahan layak huni, alat pertanian dan perikanan, sarana kesehatan, air bersih, perluasan telekomunikasi desa, bantuan home industry, dan tunjangan pendidikan, termasuk guru SMA/SMK.
Dari sisi pendapatan daerah, terjadi peningkatan dari Rp2,5 triliun menjadi Rp2,528 triliun, seiring efisiensi belanja dan penyesuaian transfer sesuai KMK 29/2025. Dengan begitu, struktur APBD-P 2025 tetap dalam kondisi anggaran berimbang tanpa defisit.
“DPRD diharapkan memberi masukan demi penyempurnaan dokumen ini agar benar-benar mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Wabup, yang juga Ketua DPC Gerindra Halteng. (Odhe/Red)














