Haltim TM.com – Kapolres Haltim AKBP Driano Andri Ibrahim SH, SIK kepada wartawan membenarkan peristiwa Naas yang menimpah 5 orang warga desa Waci Kecamatan Maba Selatan Kabupaten Halmahera Timur. Dalam rilis laporan yang dikirim Kapolres Haltim bahwa terungkapnya kasus ini berkat keterangan korban selamat atas nama Harun Muharam warga desa Waci Kecamatan Maba.

Menurut keterangan korban selamat itu pada tanggal 27 Maret 2019 sebanyak 5 orang termasuk Harun Muharam melakukan pemburuan di wilayah Bunga Sili, dalam perjalanan pulang berburu pada hari Jumat, (29/03/2019) sore sekira pukul 16.00 Wit tepat kali waci, secara spontan kelima warga itu lansung diserang oleh sekelompok orang tak dikenal (suku tugutil) menggunakan peralatan anak panah, tombak dan parang,” jelas Kapolres Andri Ibrahim.
Dari keterangan korban selamat yang juga saksi mata ini, OTK itu sebanyak 12 orang. Penyerangan awal sasarannya kepada bapak Habibu Salatun kemudian sasaran kedua bapak Karim Abdurahman dengan menggunakan anak panah di bagian rusuk. Kedua korban tidak sadarkan diri dan terjatuh di TKP. Sekitar pukul 17.00 wit orang tak dikenal (orang suku) itu kembali melakukan penyerangan dan menggunakan anak panah dan mengenai Bapak Halim Difa sekaligus tusuk dibagian paha kanan betis kiri.

Pukul 18.00 wit orang tak dikenal itu kembali lagi dengan tujuan mengecek korban di TKP, namun kembali memotong 3 orang korban yang sudah tak bernyawa itu. Peristiwa Naas itu disaksikan oleh bapak Halim Difa yang sementara bersembunyi tak jauh dari TKP. Esok harinya pada pukul 04.00 wit Sdr. Harun Muharam yang berhasil lari sampai Mes perusahaan yang terletak di daerah Dotte Kecamatan Weda Timur Kabupaten Halmahera Tengah langsung menginformasikan via telpon kepada keluarga yang berada di desa Waci untuk menceritakan tentang kejadian yang dia alami di hutan dimana tempat mereka mencari hasil hutan (TKP),” ujar Kapolres Haltim.
Mendengar periatiwa itu, puluhan warga bersama 19 anggota terdiri dari 6 orang anggota Polsek Maba Selatan dan 3 orang anggota Satgas 731/Kabaresi serta 10 anggota Polres Haltim berangkat ke Lokasi TKP pada hari Sabtu, (30/03/2019) kemarin kemudian disusul oleh tim medis dan Babinsa desa Gotowasi serta puluhan masyarakat.
Pada pukul 16.30 wit anggota tiba di Lokasi TKP dan bersama masyarakat. Selain itu warga desa Dote yang dikawal oleh 1 anggota Polres Halteng dan Babinkamtibmas Desa Waci melakukan evakuasi korban dengan mengunakan 5 buah perahu katinting dan telah ditemukan 3 orang korban sudah tidak bernyawa dan 1 orang dengan luka panah di kedua kaki.

Satu orang (Halim Difa) dalam keadaan selamat yang bersembunyi tak jauh dari lokasi TKP. Minggu, (31/03/2019) pukul 05.30 wit proses evakusi korban dan masyarakat dari Lokasi TKP telah tiba di desa Waci kemudian korban meninggal dunia langsung dibawa ke rumah duka masing-masing dan korban luka panah atas nama Halim Difa dan Harun Muharam dibawa ke Puskesmas Bicoli untuk di rawat.
Sementara tiga korban meninggal dunia saudara Habibu Salatun (62) mantan ketua BPD Desa Waci, Karim Abdurahman (56), dan Yusuf Halim (34). Korban selamat dalam peristiwa itu saudara Halim Difa (53) Korban selamat namun mengalami luka panah dibagian kedua kaki. Sementara saudara Harun Muharam (36)
korban selamat yang melarikan diri ke Perusahaan Dote Kabupaten Halmahera Tengah.
Kapolres menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati kalau berpergian jauh apalagi masuk ke dalam hutan atau lokasi lokasi yang berbahaya karena bisa menyebabkan kerugian baik materiil, maupun jiwa raga. Apabila ingin melakukan aktifitas di daerah-daerah yang berpotensi membahayakan agar sebaiknya berkordinasi dulu dengan pihak aparat keamanan,” imbaunya.
Terkait dengan kasus pembunuhan tersebut, kami pihak Polres Haltim sangat menyayangkan terjadinya hal tersebut, Dan kami berjanji akan menuntaskan kasus tersebut, dalam arti pihak Polres Haltim akan berupaya untuk segera mengusut dan menangkap serta memproses para pelaku,” tegasnya. (Ode)












