Maba TM.com – Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat Waci (APPMW) persatuan pemuda dari Kecamatan Maba Selatan, Kabupaten Halmahera Timur Menggelar aksi perdana pada Kamis, 04/04/2019 hari ini terkait dengan kepdulian pemerintah daerah terhadap keluarga dari 3 korban pembantaian yang terjadi di Desa Waci.

Isu yang di bangun dalam aksi tersebut adalah terkait dengan DPRD dan Pemda tidak memiliki rasa kemanusiaan sehingga mengabaikan kejadian tragedi pembantaian dengan begitu sadis bila di kenang kembali yang terjadi di salah satu Desa Wilayah Kecamatan Maba Selatan, yakni Desa Waci pada Jumaat, 29/03/2019 pekan lalu.
Ironisnya DPRD dan Pemda khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Haltim tak seorang pun yang menyempatkan diri untuk terlibat di tahapan proses evakuasi sampai pada saat ini tidak ada sama skali yang dimana itu adalah tanggung jawab dan tupoksi pemda dalam musibah yang di alami warga Desa Waci tersebut, seakan warga Desa Waci bukanlah bagian dari Halmahera Timur sehingga warga setempat merasa di asingkan dan di anak tirikan.
Kepada wartawan Suswanto Marsaoly salah satu Kordinator Lapangan (Korlap) mengatakan, “Duka yang di alami warga Desa Waci sama juga dengan duka di Wilayah Kabupaten Halmahera Timur Karena Desa Waci adalah bagian dari wilayah pemda juga tapi apa yang di rasakan warga adalah merasa terasingkan, diabaikan, di anak tirikan dan diremehkan menggapa, bahwa kasus semacam ini tidak mengoyahkan hati nurani mereka yang bersantai di gedung mewah dengan fasilitasnya.
Perlu saya sampaikan bahwa kejadian musibah di Desa Waci bukan yang pertama kalinya tapi sudah ke 4 kali dan memakan jiwa 8 korban, namun pemda masih saja menutup mata dan telingah seolah tak terjadi insiden sehingga tak dapat melihat penderitaan warga dan tak mendengarkan seruan tangisan serta tetesan air mata yang membanjiri sudut – sudut pemukiman, “Ya Jou Suba Duka Waci di Terlantarkan oleh pemda,” seruanya.
Lanjut Wanto, “Kami juga akan menuntut janji bupati se – masa Hj. Rudi Erawan pada saat kejadian kedua pada tahun 2013 lalu yang katanya akan segera membangun 3 titik pos di area belantara hutan rimba di belakang Desa Waci yang sampai saat ini tidak terealisasi, selain itu kami tegaskan kepada pemda sesuai dengan tuntutan isu sentral kami bahwa segera secepatnya tuntaskan kasus pembantaian di Desa Waci.
Serta dapat mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi jangan sampai terulang lagi seprti diibaratkan sebagai musiman, dan ingin saya sampaikan juga untuk saat ini pihak berwajib dalam hal ini Polres Haltim sudah menindak lanjuti kasus tersebut.
Namun yang kami sesalkan kepada Pemda kenapa tidak ada dorongan dan dukungan atas kinerja Polres dan selain itu juga para keluarga 3 korban meninggal dunia sampai saat ini tidak di berikan edukasi dari Pemda Haltim kenapa,.. ? munculah tanda tanya yang begitu besar di kalangan tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh masyrakat serta tokoh – tokoh lainya.
Apa lagi diantara 3 korban ada 2 tokoh yaitu, salah satunya Yusuf Halim sebagai Ketua BPD aktif Desa Waci dan satunya lagi adalah mantan Kepala Desa serta mantan Ketua BPD juga yakni Habibu Salatun, Kemana peran Pemda disaat melihat bawahanya menelan duka,” tegasnya.
“Maka harapan kami sesuai dengan tuntutan kami pada poin ke 6 agar DPRD memediasikan untuk mengundang kami dengan pihak – pihak yang memiliki kebijakan seperti Bupati Haltim, Kapolres Haltim, Kapolsek Maba Selata, Danramil Haltim, dan Camat Maba Selatan serta Kepala Desa Waci membentuk forum audens agar kita sama – sama mencari solusi dan mempersatukan presepsi,” harapanya. (Pul)
















