Berita  

Kementerian PANRB Berbagi Pengalaman dengan OECD untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Jakarta, TeropongMalut – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) berkolaborasi dengan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) dan Australian Public Service Commission (APSC) untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia. Pertemuan Leader’s Meeting: Strategies for Transforming Public Services through Innovation and Citizen Engagement yang digelar Selasa (18/03/2025) di Kantor Kementerian PANRB, berfokus pada berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam transformasi layanan publik melalui inovasi dan keterlibatan warga.

Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB, Otok Kuswandaru, menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan langkah penting dalam rencana aksesi Indonesia ke OECD. Kementerian PANRB, khususnya Deputi Bidang Pelayanan Publik, memimpin pengembangan dua memorandum utama: Inovasi Sektor Publik dan Pelayanan Administrasi Publik yang Berpusat pada Manusia. Kedua hal ini dinilai krusial untuk mengubah sistem pelayanan publik dan menempatkan masyarakat sebagai pusat pelayanan.

Asisten Deputi Pemberdayaan Partisipasi Masyarakat Kementerian PANRB, Insan Fahmi, menyoroti tantangan demografi dan geografis Indonesia. Dengan populasi dan wilayah yang jauh lebih besar dibanding negara-negara anggota OECD, pemerintah harus memastikan akses pelayanan publik yang merata.

Indonesia telah menunjukkan komitmennya melalui peningkatan Indeks Pelayanan Publik, inovasi layanan publik, dan peningkatan aksesibilitas melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) dan MPP Digital. Keterlibatan masyarakat juga diwujudkan melalui Forum Konsultasi Publik (FKP), Survei Kepuasan Masyarakat (SKM), dan aplikasi LAPOR! untuk pengaduan masyarakat. Lebih dari 7.000.000 masyarakat telah menjadi responden SKM hingga tahun 2024.

Meskipun demikian, tantangan dalam transformasi pelayanan publik masih ada. Oleh karena itu, berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan OECD dan negara-negara anggotanya sangat penting untuk memperkuat pelayanan publik Indonesia dengan perspektif global.

Perwakilan APSC, Lidija Cleverley, Shyam Raghupathi, dan Jennifer McNeill, berbagi pengalaman Australia dalam membangun budaya inovasi, termasuk penyelenggaraan Innovation Month dan showcase untuk mengelola ide-ide kreatif masyarakat. Sementara itu, Simon Callewaert (Indonesia Governance Lead OECD Jakarta Office) dan Monica Brezzi (Head of Division, Public Indicators and Performance Division, Public Governance Directorate OECD) menyampaikan dukungan OECD terhadap transformasi pelayanan publik di Indonesia.

OECD memberikan rekomendasi tahun 2024 tentang pelayanan administrasi publik yang berpusat pada manusia, mencakup visi strategis, nilai dan hak, strategi reformasi layanan, dasar hukum, hak pengguna layanan, infrastruktur publik digital, pengukuran, keterlibatan, dan peningkatan melalui survei pengguna layanan. (TS)

IMG-20260420-WA0020
previous arrow
next arrow
IMG-20260423-WA0117
previous arrow
next arrow
images - 2026-04-22T235051.720
previous arrow
next arrow
FB_IMG_1776869755543
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *