TEROPONGMALUT.COM – Di tengah jadwal pemerintahan yang padat dan langkah tergesa menuju Gedung DPRD Halmahera Tengah untuk menghadiri rapat paripurna LKPJ Tahun 2024, Bupati Ikram Malan Sangaji (IMS) justru memilih berhenti sejenak. Bukan karena protokol, bukan pula karena kepentingan politik — melainkan karena panggilan hati.
Seorang oma dari Desa Sawai Itepo telah lama menanti di Kantor Bupati, hanya ingin menyampaikan keluh kesahnya langsung kepada sang pemimpin. Tanpa ragu dan tanpa basa-basi, IMS mengalihkan perjalanan. Di ruang sederhana, terjadilah pertemuan hangat yang sarat makna: keluhan dituturkan dengan lirih, jawaban disampaikan dengan empati, dan suasana dipenuhi tawa ringan penuh keakraban.
Tak ada sorotan kamera, tak ada naskah pidato. Hanya pemimpin dan rakyatnya, saling mendengar dari hati ke hati.
Warga Maluku Utara mengenal Bupati Ikram sebagai “tukang baku sedu” — pemimpin yang ringan bercanda, tetapi tak pernah ringan dalam menyikapi kesulitan rakyat. Sosok yang memuliakan suara rakyat kecil, sebanding dengan suara parlemen.
Usai perbincangan singkat namun mengharukan itu, oma kembali ke desanya dengan wajah lega. Dan sang Bupati, melanjutkan langkah ke gedung DPRD — membawa bukan hanya agenda pemerintahan, tetapi juga suara seorang oma yang didengarnya dengan penuh ketulusan. (Odhe/Red)














