Teropongmalut.com- Ternate –Aksi damai bela Aqidah Islam yang dilaksanakan di depan mesjid Raya Almunawar Ternate berjalan aman yang dikawal ketat 446 personel gabungan baik dari Polda Maluku Utara (Malut) dan Polres Ternate.
Aksi yang mengutuk keras kegiatan sosial kemanusiaan anti narkoba dan seks bebas di Kabupaten Pulau Morotai oleh Yayasan Barokah Surya Nusantara (YBSN) dan Organisasi Gerakan Mencegah Daripada Mengobati (GMDM) tersebut, di hadiri langsung oleh Kepala Kepolisin Daerah (Kapolda) Malut, Brigjen (Pol) Suroto dan Sultan Tidore serta sejumlah tokoh agama di Provinsi maupun Kota Ternate, Jumat (1/3/2019).
Sultan Tidore Husain Sjah usai menyampaikan orasi singkat kepada RRI menyatakan, atas nama masyarakat Malut, dirinya mendukung langkah Kapolda Malut Brigjen (Pol) Suroto dalam mengungkap masalah yang telah terjadi di Kabupaten Pulau Morotai.
“Kita sama-sama harus mendukung dan membeberikan waktu kepada Pak Kapolda dalam mengusut tuntas masalah ini,” paparnya.
Ia juga mengingatkan kepada Bupati Kabupaten Pulau Morotai Benny Laos untuk bisa menjaga sikap dan perilaku serta kata-kata dalam menyikapi apapun yang terjadi saat ini.
“Kalau saya tidak sayang maka akan saya biarkan, tapi saya sayang makanya saya ingatkan beliau, untuk tidak mengeluarkan statemen yang bisa memicu persoalan baru di Malut.
“Sementara itu, Kapolda Malut, Brigjen (Pol) Suroto dalam penjelasannya di atas truk menyatakan, pihaknya akan tetap mengusut tuntas masalah tersebut hingga selesai. pungkasnya.
Untuk itu dirinya meminta kepada seluruh masyarakat di Maluku Utara untuk tetap menjaga situasi dan kondisi di Maluku Utara dan memberikan waktu kepada penyidik Polri dalam mengatasi masalah tersebut.
“Tolong berikan saya waktu, untuk menyelesaikan ini semua,” ungkapnya.
Kapolda menambahkan, selaku Penangungjawab kamtibmas di Maluku Utara, dirinya meminta maaf kepada seluruh masyarakat apabila saat ini belum bisa memberikan rasa aman dan tertib di masyarakat Maluku Utara untuk itu kedepan pihaknya akan memperbaiki untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.
“Yang pasti kami akan mengerahkan segala upaya untuk menyelesaikan masalah ini,” pangkasnya.
Sesuai pantauan wartawan Teropongmalut.com di lokasi, aksi damai bela Aqidah Islam yang berlangsung di mesjid raya Almunawar dengan menggunakan satu truk warna kuning dilengkapi dengan sound sistem tersebut, akhirnya membubarkan diri setelah mendengar beberapa penyampaian para tokoh agama termasuk Kapolda Malut, Brigjen (Pol) Suroto. Tutupnya. (ilon)
















