Berlangsung Serentak, BPN Kepsul Gelar Pemasangan Patok Batas Bidang Tanah di Desa Soamole

Wakil Bupati: Ini Penting Untuk Mencegah Konflik

Maluku Utara-TeropongMalut.com, Kementrian Agraria dan tata ruang/badan pertanahan Nasional melaksanakan kegiatan pemasangan Patok Batas Bidang Tanah secara serentak seluruh Indonesia dengan slogan ,”Satu juta patok batas bidang tanah untuk Indonesia, Pasang patok, anti cekcok,anti caplok”

Kegiatan tersebut pun berlangsung diseluruh kantor Badan Pertanahan Nasional tak terkecuali BPN kabupaten kepulauan Sula (Kepsul),Maluku Utara. Dimana BPN Kepsul sendiri memusatkan kegiatan ini di Desa Soamole kecamatan sulabesi tengah.

Hadir dalam kegiatan tersebut kepala kantor pertanahan Nasional (BPN) Kepsul Syamsudin Abubakar, Wakil Bupati kepulauan Sula H.Saleh Marasabesy, Kapolsek Sanana, pimpinan OPD, kepala desa dan masyarakat serta pemilik tanah.

Dalam sambutannya, Kepala BPN Kepsul Syamsudin Abubakar menyampaikan, Sebagai upaya untuk mengakselerasi program pendaftaran tanah sistematis lengkap PTSL Kementrian Agraria dan tata ruang badan pertanahan Nasional (ATR/BPN) mencanangkan gerakan masyarakat pemasangan tanda batas Gemapatas sebanyak 1 juta patok batas bidang tanah yang akan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.Gemapatas akan dimulai oleh Mentri ATR Kepala BPN.

Dia menjelaskan, Tujuan dari diluncurkannya Gemapatas diantaranya sebagai upaya untuk menggerakkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memasang dan menjaga tanda batas tanah yang dimilikinya.Dengan dipasangnya patok tanda batas oleh masing-masing pemilik tanah, diharapkan juga dapat meminimalisir konflik maupun sengketa batas tanah antar masyarakat.

Tambahnya, selain itu kegiatan ini juga sebagai bentuk tindaklanjut dari pencanangan 1 juta Patok Batas Bidang Tanah yang berlangsung didesa Soamole kecamatan sulabesi tengah.

Hal senada juga disampaikan Pemkab Kepsul melalui Wakil Bupati Kepulauan Sula H. Saleh Marasabesy, dalam sambutannya orang nomor dua Dikepsul itu menyampaikan kegiatan pencanangan ini sangat positif. Sebab dengan kegiatan ini dapat menghindari konflik baik diinternal keluarga, antar tetangga, desa hingga antar kecamatan dan seterusnya. (DRL/red)

IMG-20260525-WA0024
previous arrow
next arrow
IMG-20260524-WA0021
previous arrow
next arrow
IMG-20260525-WA0027
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *