Fakta Baru, D Remaja Asal Manado Membantah Isu Telah Disetubuhi oleh KM

  • Share

SULA-TeropongMalut.com, Remaja 16 tahun asal Manado, yang sebelumnya di isukan menjadi korban dalam kasus dugaan persetubuhan anak oleh salah satu pejabat di Kepulauan Sula, Maluku Utara, kini angkat bicara.

Kali ini, remaja 16 tahun asal Manado berinisial D tersebut di damping ibunya, FT, bahkan mengadakan konferensi pers. Kepada wartawan, D membantah dengan tegas terkait isu bahwa dirinya telah disetubuhi oknum kepala dinas di Kepulauan Sula berinisial KM.

“Saya dengan tegas ingin sampaikan bahwa dugaan persetubuhan yang dilakukan KM terhadap saya seperti yang diberitakan itu tidak benar, saya juga ingin mengklarifikasi terkait isu keterangan yang pernah di sampaikan baik dalam BAP di hadapan penyidik maupun yang di beritakan di beberapa media itu. Setiap saya memberikan keterangan selalu diarahkan oleh oknum, yang tidak perlu saya sebutkan,” ungkap D pada, Kamis (28/07/2021).

D mengaku, sebelumnya ia dimanfaatkan oleh oknum untuk memberikan keterangan terkait kasus tersebut. Sayangnya, D tidak menyebutkan siapa oknum tersebut.

D bersama ibunya FT bahkan secara resmi telah menyampaikan surat permohonan pencabutan laporan ke Ditreskrimum Polda Maluku Utara dan berdamai dengan terlapor KM.

D mengaku, keterangan yang ia sampaikan atas pengetahuan orang tuanya mencabut dan menarik semua keterangan yang pernah dirinya sampaikan.

“Karena pada dasarnya, saya dengan KM tidak ada masalah sama sekali, tetapi saya diarahkan oknum itu, untuk melaporkan KM seolah-olah telah melakukan persetubuhan terhadap saya, padahal KM sama sekali tidak pernah melakukan hal itu,” jelasnya.

D bahkan juga mengaku bahwa, terkait pemberitaan sebelumnya itu, selama ini dirinya dan ibunya tidak pernah dikonfirmasi untuk dimintai keterangan langsung, jadi pemberitaan yang beredar di media online maupun cetak itu tidak benar alias hoax. Untuk itu, dalam kesempatan tersebut, disampaikan kasus ini telah diatur damai.

“Tanggal 09 kemarin, dari pihal kami telah selesaikan secara kekeluargaan, dengan jalan damai secara tertulis dalam surat perjanjian damai yang ditandatangani di atas materai Rp 10.000,” ujarnya.

Remaja itu bahkan menegaskan bahwa langkah yang diambil tidak ada unsur paksaan, tanpa ada diiming-iming apapun, karena dirinya merasa jenuh karna sudah dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang hanya mencari keuntungan. Untuk itu dirinya bersama sang ibu berharap Kapolda Maluku Utara dan Direktur Ditreskrimum menindaklanjuti permohonan yang telah diajukan.

“Kami rasa jenuh dan capek. Kami berharap kepada yang terhormat Bapak Kapolda dan Bapak Direktur, dapat mencabut permohonan laporan kami yang telah kami sampaikan,” tuturnya.

Sementara itu, F, ibu remaja tersebut, membantah informasi beredar anaknya diculik lalu terpaksa membuat laporan. Padahal, katanya, selama ini anaknya bersama-sama dirinya.

“Ada orang yang mengatasnamakan keluarga kami, mengatakan anak saya diculik, itu tidak benar dan sangat mengada-ada karena faktanya anak saya bersama-sama dengan saya selama ini,” jelasnya dan mengakhiri.

Sementara, Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes Pol Adip Rojikan, pada wartawan dengan cermat mengatakan, saat ini surat permohonan dari pihak pelapor untuk pencabutan perkara sudah masuk.

“Terkait dengan itu progresnya penyidik terus melakukan penyelidikan, memang saat ini sudah ada masuk, surat permohonan pencabutan laporan dari korban, namun demikian titik terang belum didapat oleh penyidik,” jelasnya.

Adip menambahkan, dalam kasus tersebut belum ada titik terang, sehingga penyidik masih melanjutkan untuk melakukan penyelidikan.

“Permohonan pencabutan dari korban, itu sifatnya hanya pertimbangan, tetapi proses sesuai mekanisme yang ada,” bebernya. (Fai/red)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *